Dari Balikpapan untuk Indonesia, SPPI Cetak Generasi Pelopor Ketahanan Nasional

BERITA UTAMA10 Dilihat
banner 468x60

 

Balikpapan, CYBERNUSANTARA1.ID – Upaya memperkuat ketahanan nasional kini tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan pertahanan negara. Pemerintah mulai menyiapkan generasi penggerak yang akan menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi masyarakat melalui program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang resmi dibuka di Balikpapan.

Pembukaan diklat dilakukan oleh Kasdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.I.P., mewakili Pangdam VI/Mulawarman. Program ini menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat desa hingga kawasan pesisir.

Dalam amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI yang dibacakan Kasdam VI/Mulawarman, ditegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini semakin kompleks. Ancaman ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga ketidakpastian ekonomi global menuntut lahirnya kekuatan baru yang berakar dari masyarakat.

“Ketahanan nasional juga ditopang oleh ketahanan ekonomi, ketahanan pangan serta kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki secara mandiri, produktif dan berkelanjutan,” tegas Brigjen TNI Andy Setyawan.

Program SPPI dirancang untuk melahirkan generasi tangguh, adaptif, dan berintegritas. Selama mengikuti pendidikan, peserta akan menjalani Latihan Dasar Kemiliteran dengan metode Tripola Dasar yang meliputi pembinaan karakter dan disiplin, peningkatan pengetahuan serta keterampilan teknis, hingga pembinaan jasmani.

Menariknya, peserta tidak hanya digembleng secara fisik. Mereka juga akan menerima pembekalan khusus terkait manajemen koperasi dan pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih. Bekal tersebut diharapkan mampu menciptakan kader-kader pembangunan yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan pesisir.

Kasdam VI/Mulawarman juga memberikan lima pesan penting kepada seluruh peserta, mulai dari pentingnya disiplin dan tanggung jawab, menanamkan integritas dan nasionalisme, mengembangkan pola pikir inovatif, membangun kepemimpinan yang melayani, hingga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kelulusan peserta, tetapi dari sejauh mana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Saya percaya, Saudara akan mampu menjadi generasi pelopor yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program Diklat SPPI ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan ketahanan nasional kini semakin menyentuh akar rumput. Dengan lahirnya para penggerak koperasi dan pemberdayaan kampung nelayan, harapan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing semakin terbuka lebar.

(Pendam VI/Mulawarman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *