Cimahi | CYBERNUSANTARA1.ID — Upaya mendekatkan lembaga legislatif dengan masyarakat dilakukan Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, melalui pendekatan yang lebih terbuka dan kekinian. Ia memanfaatkan fitur siaran langsung di media sosial TikTok sebagai ruang komunikasi dua arah yang dapat diakses publik secara luas.
Program interaktif yang digelar rutin setiap malam Sabtu ini memberi kesempatan kepada warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari keluhan, kritik, hingga saran secara langsung tanpa prosedur yang berbelit.
Dalam keterangannya saat ditemui di ruang kerjanya di Kompleks DPRD Kota Cimahi, Wahyu menjelaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan memperkuat kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Ia menilai, keterbukaan informasi dan kemudahan akses komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Melalui siaran langsung tersebut, masyarakat juga dapat memahami lebih jauh mengenai tugas dan fungsi DPRD yang selama ini belum sepenuhnya diketahui secara luas.
Sejak diluncurkan, forum digital tersebut telah menampung beragam persoalan yang disampaikan warga. Isu yang muncul pun cukup beragam, mulai dari lingkungan, infrastruktur, hingga permasalahan teknis seperti jaringan kabel dan potensi banjir.
Wahyu mengakui tidak semua aduan masuk dalam kewenangan DPRD. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk meneruskan laporan tersebut kepada instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Menurutnya, konsep yang diusung dalam program bertajuk “Ketua DPRD Mendengar” lebih menitikberatkan pada fungsi menyerap aspirasi secara langsung sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang dinilai efektif, efisien, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan. Tanpa hambatan protokoler, warga kini dapat berinteraksi langsung dengan pemangku kebijakan.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk inovasi dalam pelayanan publik yang mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih transparan, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Wahyu memastikan setiap masukan yang diterima tidak berhenti sebagai aspirasi semata, tetapi akan menjadi bahan evaluasi dalam kerja-kerja legislatif di Kota Cimahi.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang masuk akan dicatat dan diupayakan tindak lanjutnya sebagai bagian dari komitmen DPRD dalam melayani masyarakat.
Terobosan ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana melalui teknologi digital dapat menjadi jembatan efektif dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga, sekaligus membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.
















