Ratusan Sopir Truk dan Mahasiswa Gelar Aksi Protes Kelangkaan Solar di Balikpapan

BERITA UTAMA297 Dilihat
banner 468x60

Balikpapan | CYBERNUSANTARA1.ID – Ratusan massa yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Komunitas Sopir Truk Balikpapan (KSTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026).

Aksi ini dipicu akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang dinilai semakin parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas sopir serta distribusi logistik di wilayah tersebut.

Dalam aksi tersebut, massa diperkirakan mencapai ratusan orang dengan melibatkan sekitar 700 unit truk  memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi aksi.

Para peserta aksi mengungkapkan situasi di lapangan yang semakin memprihatinkan. Antrean di sejumlah SPBU disebut mencapai 100 hingga 200 kendaraan, dengan waktu tunggu hingga dua sampai tiga hari. Selain itu, banyak SPBU yang tidak beroperasi selama 24 jam, sehingga sopir terpaksa bermalam di jalan tanpa kepastian memperoleh solar.

Kondisi tersebut dinilai merugikan para sopir truk yang menggantungkan penghasilan dari kelancaran distribusi barang. Dampaknya juga meluas terhadap distribusi logistik yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang diduga melakukan penimbunan dan penyalahgunaan solar subsidi. Selain itu, massa meminta pembukaan kembali jalur khusus pengisian BBM bagi truk guna mengurai antrean panjang.

Massa juga menuntut agar seluruh SPBU dapat beroperasi selama 24 jam, serta meminta evaluasi dan penambahan kuota solar subsidi oleh pemerintah bersama BPH Migas. Dugaan penyalahgunaan solar subsidi oleh perusahaan besar turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut.

Tak hanya itu, para demonstran mendesak pemerintah daerah memperbaiki sistem distribusi dan infrastruktur pendukung, serta meminta DPRD Kota Balikpapan lebih aktif turun ke lapangan dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Koordinator lapangan aksi, Hijir Ismail, menilai kelangkaan solar di kawasan Kilometer 13 hingga Kilometer 15 sudah menjadi persoalan berulang yang hingga kini belum mendapat penyelesaian nyata.

Ia menegaskan pentingnya peran DPRD dalam melakukan inspeksi mendadak serta menjalankan fungsi pengawasan secara aktif di lapangan.

Hijir juga mengungkapkan panjang antrean kendaraan kerap membentang hingga sekitar Kilometer 20 atau kurang lebih 5 kilometer. Para sopir, kata dia, bahkan harus menunggu hingga tiga hari tiga malam demi mendapatkan pasokan solar.

Menurutnya, volume kendaraan yang mengantre tergolong tinggi dan berubah-ubah setiap hari. Dalam kondisi normal, antrean bisa mencapai sekitar 183 unit truk, sementara pada pagi hari jumlahnya dapat meningkat hingga 200–250 kendaraan.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, termasuk dengan membawanya ke tingkat pemerintah pusat.

Ia menyebutkan, pihaknya berencana mengagendakan pertemuan di Jakarta bersama perwakilan massa, mengingat sebagian kebijakan terkait distribusi BBM berada di kewenangan pusat.

Sebagai bentuk desakan, massa memberikan tenggat waktu selama 7 x 24 jam kepada pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Apabila tidak ada respons yang jelas, mereka menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.

Meski sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas, aksi unjuk rasa tersebut berlangsung kondusif dan tetap dalam pengawasan aparat kepolisian.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *