Polwan Parung Jadi Pahlawan Kemanusiaan: Anak Hilang Dipertemukan Kembali dengan Orang Tuanya

banner 468x60

BOGOR, CYBERNUSANTARA1.ID — Suasana haru tak terbendung ketika seorang Polwan Polsek Parung, Polres Bogor, mengantarkan kembali seorang anak laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hilang ke dalam pelukan kedua orang tuanya, Jumat (14/11/2025).

Momen penuh kehangatan itu bukan sekadar pertemuan keluarga, melainkan bukti nyata bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada menjaga keamanan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdiannya.

Di balik detik-detik penuh kelegaan tersebut, tersimpan kisah ketulusan, kepedulian, dan respons cepat jajaran Polri, kisah yang kembali menegaskan kualitas pelayanan humanis yang dihadirkan institusi kepolisian kepada masyarakat.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H, peristiwa itu berawal dari laporan warga mengenai seorang anak tanpa pendamping yang terlihat berjalan sendirian di wilayah Desa Jabon Mekar.

Tanpa menunda waktu, Bhabinkamtibmas Desa Jabon Mekar Bripka Ririn, bersama Babinsa Pelda Juwari, segera menuju lokasi dan mengevakuasi anak tersebut ke Mapolsek Parung untuk mendapatkan penanganan awal.

Anak itu kemudian diketahui bernama Muhammad Ayup Putra. Meski bisa menyebut nama orang tuanya (Dedi dan Bulan) anak tersebut belum bisa menjelaskan alamat rumahnya secara detail.

Hingga malam hari, identitas keluarganya belum ditemukan.

Dalam suasana penuh empati, Ayup untuk sementara dititipkan pada salah satu keluarga besar Polsek Parung demi keamanan dan kenyamanannya.

“Anak tersebut dipastikan dalam kondisi baik. Oleh karenanya pihak kepolisian memberikan pendampingan penuh sambil melanjutkan pencarian keluarganya,” ujar Kombes Pol. Hendra, Minggu (16/11/2025).

Keesokan harinya, upaya pencarian kembali dilakukan.

Di tengah proses itu, Bripka Ririn memainkan peran besar mendampingi Ayup, menghiburnya, serta menjaga kondisi psikologis sang anak agar tetap tenang.

Upaya ini membuahkan hasil ketika seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) bernama Deni memberikan informasi melalui media sosial bahwa Ayup merupakan santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Tajurhalang.

Setelah informasi tersebut diverifikasi, Polsek Parung segera mengantar Ayup ke pondok pesantren. Di sana, orang tuanya telah menunggu dengan rasa cemas sekaligus haru.

Berdasarkan keterangan pihak pondok, Ayup ternyata meninggalkan lingkungan pesantren pada Kamis (13/11/2025) usai salat Asar karena rindu kepada kedua orang tuanya yang baru satu minggu menjalani pendidikan Tahfidz Al-Qur’an, kerinduan itu mendorongnya berjalan pulang tanpa pendamping.

Keluarga dan pimpinan pondok pesantren menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah cepat, responsif, dan penuh kehangatan Polsek Parung dalam menangani kasus tersebut. Tindakan para petugas dinilai telah mencerminkan wajah Polri yang humanis serta dekat dengan masyarakat.

Keberhasilan ini tak terlepas dari arahan Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat terutama terkait keselamatan anak harus ditangani dengan profesional, cepat, dan penuh kepedulian.

Kapolres turut mengingatkan pentingnya kepekaan anggota dalam membaca situasi dan hadir memberi rasa aman.

“Jika masyarakat melihat anak tanpa pendamping atau situasi yang membahayakan keselamatan seseorang, segera laporkan. Kerja sama dengan masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan lingkungan,” tegas Kapolres.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang kemanusiaan, tentang tangan-tangan yang bekerja dengan hati, menjaga, merawat, dan memberikan rasa aman.

Sumber : Bid Humas Polda Jabar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *