Polda Jabar Tanam Jagung Serentak 750 Hektare, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Inovasi dan Kolaborasi

banner 468x60

BANDUNG | CYBERNUSANTARA1.ID — Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program penanaman jagung serentak seluas 750 hektare yang dilaksanakan bersama jajaran Polres, Polsek, serta kelompok tani binaan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Program strategis ini diperkuat dengan penyaluran benih, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan), termasuk penggunaan pupuk organik hasil inovasi sumber daya manusia (SDM) Polda Jabar, sebagai solusi atas tantangan kelangkaan pupuk kimia di lapangan.

Pelaksanaan penanaman jagung serentak tersebut dipantau langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan melalui Zoom Meeting bersama jajaran Polres se-Jawa Barat, Kamis (29/1/2026). Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya sinergi, inovasi, dan keberlanjutan agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada seremoni semata.

Adapun rincian penanaman jagung seluas 750 hektare tersebut terdiri dari 550 hektare yang digarap oleh jajaran Polres dan Polsek di wilayah hukum Polda Jabar, serta 200 hektare yang dikelola oleh kelompok tani binaan Biro SDM Polda Jabar.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam program ketahanan pangan mencerminkan peran institusi sebagai fasilitator dan problem solver bagi masyarakat, khususnya petani.

“Polda Jabar hadir dari hulu ke hilir, mulai dari penyiapan lahan, benih, pupuk, alsintan, pendampingan, hingga panen dan penyimpanan. Salah satu kekuatan kami adalah pupuk hasil inovasi SDM Polda Jabar yang dimanfaatkan langsung oleh petani,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Untuk mendukung produktivitas pertanian, Polda Jabar menyalurkan berbagai sarana produksi pertanian kepada kelompok tani, di antaranya:

Benih jagung sebanyak 500 kilogram

Pupuk NPK 4 ton

Pupuk urea 2 ton

Pupuk organik Pak Bhabin 4 ton

Pestisida 50 botol

Mesin pipil jagung 2 unit

Sprayer 3 unit

Hand traktor 2 unit

Mesin babat rumput 5 unit

Paket sembako bagi petani

Pupuk Pak Bhabin yang digunakan merupakan pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak, hasil inovasi SDM Polda Jabar. Inovasi ini dikembangkan untuk membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang selama ini kerap mengalami kelangkaan dan lonjakan harga.

Selain meningkatkan produksi pangan, program ini juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Tercatat, kegiatan ketahanan pangan Polda Jabar mampu menyerap sekitar 2.050 tenaga kerja lokal, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi di pedesaan.

Sepanjang tahun 2025, Polda Jabar mencatat capaian signifikan dalam program ketahanan pangan dengan total luas tanam mencapai 5.940,0117 hektare dan total hasil panen sebanyak 23.760 ton.

Ke depan, Polda Jabar berharap kolaborasi lintas sektor, inovasi pupuk berbasis SDM internal, serta dukungan alsintan ini dapat terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Barat secara berkelanjutan.

Sumber : Bid Humas Polda Jabar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *