IPPI – DSI & IAIN Langsa Selenggarakan Pelatihan Mediasi Batch 148

banner 468x60

Jakarta, CYBERNUSANTARA1.ID —Pelatihan Mediasi Batch 148 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting resmi dimulai pada Minggu, 21 Desember 2025, dan akan berlangsung hingga 25 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas mediator profesional di Indonesia, khususnya dalam menjawab tantangan penyelesaian sengketa secara adil, efektif, dan berkeadaban.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI), Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia, serta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa.

Baca Juga Berita Ini 👇👇👇:

Kolaborasi lintas lembaga tersebut menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem mediasi yang berintegritas dan berstandar nasional maupun internasional.

Pada hari pertama (Day 1), pelatihan menghadirkan Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM, selaku Trainer Training of Trainers (TOT) Mahkamah Agung Republik Indonesia, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Dr. Mardi Candra menekankan bahwa mediasi bukan sekadar instrumen hukum, melainkan sarana membangun keadilan restoratif yang menempatkan musyawarah dan kepentingan para pihak sebagai titik temu penyelesaian sengketa.

Baca Juga Berita Ini 👇👇👇:

“Mediator dituntut tidak hanya memahami aspek normatif hukum, tetapi juga memiliki kecakapan komunikasi, etika profesional, dan kepekaan sosial. Mediasi adalah seni menyatukan perbedaan dengan pendekatan yang beradab dan bermartabat,” ujar Dr. Mardi Candra di hadapan para peserta.

Ia juga menegaskan bahwa pelatihan mediasi yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam melahirkan mediator yang kredibel serta mampu mendukung sistem peradilan dan non peradilan di Indonesia.

Menurutnya, pelatihan ini selaras dengan semangat Mahkamah Agung dalam mendorong penyelesaian sengketa yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan.

Sementara itu, Profesor Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE., ACIArb., CPM., CPArb., CPLI., memberikan tanggapan dan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Pelatihan Mediasi Batch 148. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi mediasi sebagai pilar penting dalam sistem penyelesaian sengketa modern.

Baca Juga Berita Ini 👇👇👇:

“Pelatihan ini bukan hanya mencetak mediator, tetapi membangun karakter profesional yang menjunjung tinggi integritas, independensi, dan keadilan. Kolaborasi lembaga seperti IPPI, DSI, Yayasan Pendidikan DSI, dan IAIN Langsa menunjukkan keseriusan dalam membawa praktik mediasi Indonesia ke tingkat yang lebih mendunia,” kata Prof. Sabela Gayo.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan secara daring juga mencerminkan adaptasi positif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperluas akses peningkatan kompetensi bagi para praktisi hukum dan akademisi dari berbagai daerah.

Pelatihan Mediasi Batch 148 diharapkan mampu melahirkan mediator-mediator unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berwawasan etik dan humanis. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, kegiatan ini menjadi bukti bahwa mediasi Indonesia terus berkembang dan siap berkontribusi dalam penyelesaian sengketa yang berkeadilan, berintegritas, dan berkelas dunia.

Sumber : Dewan Sengketa Indonesia (DSI)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *