DSI Gelar Audiensi Dengan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI)

banner 468x60

Jakarta, CYBERNUSANTARA1.ID – Dewan Sengketa Indonesia (DSI) melakukan audiensi resmi dengan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI) pada Kamis, 11 Desember 2025 di Jakarta. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem penyelesaian sengketa di sektor perdagangan berjangka komoditi yang memiliki peran vital dalam stabilitas ekonomi nasional.

Audiensi dipimpin langsung oleh Presiden DSI, Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE., didampingi jajaran pimpinan DSI. Sementara itu, BAKTI hadir melalui Ketua BAKTI periode 2023–2026, Katjani, beserta unsur pimpinan lembaga.

DSI Tekankan Teladan Sistem Sengketa Modern Berstandar Internasional

Dalam paparannya, Prof. Sabela Gayo menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antar lembaga penyelesaian sengketa untuk menghadirkan sistem arbitrase nasional yang kredibel, profesional, dan berdaya saing global.

Baca Juga Berita Ini 👇👇👇:

“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia memiliki lembaga penyelesaian sengketa yang kuat, kredibel, dan mendunia. Kolaborasi dengan BAKTI menjadi langkah penting untuk mewujudkan praktik arbitrase yang modern, adaptif, dan responsif terhadap dinamika global,” ujar Prof. Sabela.

Ia menambahkan, sektor perdagangan berjangka komoditi memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi sehingga memerlukan mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat, tepat, efektif, dan objektif. Kehadiran sinergi antarlembaga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan pelaku industri sekaligus memperkuat stabilitas pasar.

Ketua BAKTI Katjani Beri Apresiasi dan Siap Perluas Kolaborasi

Ketua BAKTI, Katjani, menyambut positif kehadiran DSI serta mengapresiasi komitmen lembaga tersebut dalam memperkuat ekosistem alternatif penyelesaian sengketa di Indonesia.

Baca Juga Berita Ini 👇👇👇:

“Kami menyambut positif inisiatif DSI. Sinergi ini penting untuk memperkaya perspektif dan memperkuat tata kelola penyelesaian sengketa di sektor perdagangan berjangka. BAKTI terbuka untuk berkolaborasi dalam peningkatan kapasitas, pertukaran keahlian, dan pengembangan sistem arbitrase yang lebih modern,” ungkapnya.

Katjani menegaskan bahwa kemitraan strategis ini juga memiliki nilai edukatif, terutama dalam meningkatkan literasi arbitrase dan penyelesaian sengketa di kalangan pelaku usaha, regulator, dan masyarakat luas.

Arah Baru Menuju Sistem Arbitrase Indonesia yang Mendunia

Audiensi ini menjadi landasan awal bagi penyusunan langkah kerja konkret, meliputi:

  • pengembangan program bersama,
  • peningkatan kapasitas arbitrator dan mediator,
  • penyusunan kurikulum pelatihan,
  • serta penguatan standar operasional penyelesaian sengketa yang selaras dengan praktik internasional.

Sinergi DSI dan BAKTI diharapkan mampu mendorong Indonesia menuju pengakuan global dalam bidang arbitrase, sekaligus menghadirkan solusi sengketa yang lebih berkualitas dan berintegritas.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan komitmen kedua lembaga dalam memajukan tata kelola penyelesaian sengketa nasional yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di tingkat dunia.

 

Sumber : Dewan Sengketa Indonesia (DSI)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *