BERITA TERBARU! CAS dan DSI Akan Gelar Pelatihan Mediasi Internasional dan Arbitrase Hukum Olahraga di Jakarta

banner 468x60

JAKARTA | CYBERNUSANTARA1.ID — Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS/TAS) bersama Dewan Sengketa Indonesia (DSI) akan menyelenggarakan program Pelatihan Mediasi Internasional dan Arbitrase Hukum Olahraga pada Januari 2027 di Jakarta.

Kegiatan yang akan dilaksanakan secara tatap muka (offline) tersebut direncanakan berlangsung selama lima hari dan menjadi salah satu agenda penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang penyelesaian sengketa olahraga di Indonesia.

Pelatihan ini akan menghadirkan pelatih dari Court of Arbitration for Sport (CAS) atau Tribunal Arbitral du Sport (TAS). Kehadiran pelatih dari lembaga arbitrase olahraga internasional tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perkembangan, prinsip, serta praktik mediasi dan arbitrase dalam penyelesaian sengketa olahraga.

Program pelatihan ini memiliki kapasitas terbatas, yakni sebanyak 30 peserta. Pembatasan jumlah peserta diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih fokus, interaktif, dan efektif.

Peserta yang dapat mengikuti kegiatan tersebut meliputi:

Anggota Dewan Sengketa Indonesia (DSI), khususnya mediator dan arbiter yang telah diambil sumpah;

Asosiasi atau federasi olahraga di Indonesia;

Masyarakat arbitrase Indonesia yang memiliki perhatian dan minat terhadap pengembangan hukum serta penyelesaian sengketa olahraga.

Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Prof. Sabela Gayo, menyampaikan bahwa rencana pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas pemahaman serta meningkatkan kompetensi mediator, arbiter, praktisi hukum, dan pemangku kepentingan olahraga di Indonesia.

“Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang berkualitas bagi para peserta untuk memahami mediasi internasional dan prosedur arbitrase olahraga secara lebih komprehensif,” ujar Prof. Sabela Gayo.

Menurutnya, perkembangan olahraga modern tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan prestasi, tetapi juga melibatkan berbagai aspek hukum yang membutuhkan mekanisme penyelesaian sengketa yang profesional, independen, efektif, dan berkeadilan.

“Seiring berkembangnya industri olahraga, kebutuhan terhadap mediator dan arbiter yang memahami karakteristik sengketa olahraga juga semakin penting. Karena itu, peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi harus terus dilakukan,” jelasnya.

Prof. Sabela menambahkan, kolaborasi antara CAS/TAS dan DSI diharapkan dapat membuka akses pembelajaran internasional serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang hukum olahraga.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para mediator, arbiter, organisasi olahraga, dan masyarakat arbitrase Indonesia. Pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan secara profesional sesuai dengan prinsip hukum dan keadilan,” ungkapnya.

Selain memperkuat pemahaman mengenai mekanisme penyelesaian sengketa, pelatihan tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara peserta dengan para pelatih dari CAS/TAS.

“Kolaborasi internasional merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem penyelesaian sengketa olahraga yang kredibel, berintegritas, dan mampu mengikuti perkembangan global,” tegas Prof. Sabela.

Penyelenggaraan pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat literasi hukum olahraga di Indonesia sekaligus mendorong peningkatan kualitas praktik mediasi dan arbitrase olahraga di tingkat nasional.

Masyarakat dan pemangku kepentingan yang memenuhi kriteria peserta dapat memperoleh informasi lebih lanjut serta melakukan pendaftaran melalui kontak panitia berikut:

Pendaftaran:

Fitri: +62 822-5865-5298

Siska: 0812-1221-8059

Dengan kapasitas yang hanya tersedia untuk 30 peserta, calon peserta diimbau untuk mempersiapkan pendaftaran sesuai dengan ketentuan yang akan ditetapkan oleh penyelenggara.

Pelatihan Mediasi Internasional dan Arbitrase Hukum Olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 di Jakarta ini diharapkan menjadi momentum penting dalam pengembangan kompetensi, penguatan jejaring, serta peningkatan kualitas penyelesaian sengketa olahraga di Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *