Jakarta, CYBERNUSANTARA1.ID β Pelatihan Mediasi Batch 147 yang diselenggarakan oleh Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI) bekerja sama dengan Dewan Sengketa Indonesia (DSI) serta Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia resmi dibuka pada Senin, 15 Desember 2025. Program pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 15 hingga 29 Desember 2025, sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kualitas dan integritas mediator profesional di Indonesia.
Pembukaan hari pertama pelatihan (Day 1) menghadirkan Dr. Alfitra, S.H., M.Hum, Trainer Mahkamah Agung Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Kehadirannya menegaskan posisi strategis pelatihan ini dalam menjembatani praktik mediasi dengan standar peradilan nasional yang berorientasi pada keadilan substantif.
Dalam pemaparannya, Dr. Alfitra menegaskan bahwa mediasi memiliki peran fundamental dalam sistem hukum modern.
Baca Juga Berita Ini πππ:
βMediasi bukan sekadar alternatif penyelesaian sengketa, tetapi merupakan instrumen penting untuk menghadirkan keadilan yang berkeadaban, cepat, dan berbiaya ringan. Mediator harus memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman etik yang kuat agar kepercayaan publik terhadap mekanisme ini terus meningkat,β ujarnya.
Sementara itu, Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE.,Β menekankan bahwa pelatihan ini memiliki nilai strategis jangka panjang.
βPelatihan Mediasi Batch 147 tidak hanya mencetak mediator yang cakap secara teknis, tetapi juga membentuk karakter penegak keadilan non-litigasi yang berintegritas, berwawasan global, dan adaptif terhadap dinamika hukum nasional maupun internasional,β tegas Prof. Sabela.
Baca Juga Berita Ini πππ:
Ia menambahkan bahwa kolaborasi IPPI, DSI, dan Yayasan Pendidikan DSI merupakan model sinergi kelembagaan yang ideal dalam mendorong budaya penyelesaian sengketa yang konstruktif dan berkelanjutan.
βMediator yang lahir dari proses pendidikan yang kredibel akan menjadi garda depan dalam menjaga harmoni sosial dan kepastian hukum di tengah kompleksitas sengketa modern,β imbuhnya.
Pelatihan Mediasi Batch 147 dirancang secara sistematis, aplikatif, dan berstandar nasional, dengan mengombinasikan pendekatan konseptual, studi kasus aktual, serta simulasi praktik mediasi. Pendekatan ini bertujuan mencetak mediator yang tidak hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga matang secara etika dan tanggung jawab profesional.
Penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar IPPI dan DSI untuk menjadikan mediasi sebagai pilar utama penyelesaian sengketa yang berkeadilan, efektif, dan bermartabat.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam penguatan sistem keadilan Indonesia, baik di ranah litigasi maupun non-litigasi, serta membawa praktik mediasi Indonesia ke tingkat yang lebih berdaya saing secara global.
Sumber : Dewan Sengketa Indonesia (DSI)










