BANDUNG, CYBERNUSANTARA1.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kongres Advokat Indonesia (KAI) menggelar Sidang Terbuka Pengangkatan Advokat KAI Jawa Barat di Bandung. Dalam momentum bersejarah ini, sebanyak 23 advokat baru resmi dilantik, membawa semangat segar untuk menegakkan hukum dengan integritas, keberanian, dan tanggung jawab moral sebagai penegak keadilan.
Acara bergengsi yang berlangsung penuh semangat dan rasa bangga itu dibuka langsung oleh Ketua Presidium DPP KAI, Adv. Dr. KP. H. Heru S. Notonegoro, SH., MH., CIL., CRA., yang hadir dengan penuh wibawa sekaligus memberi energi positif bagi para advokat baru yang dilantik.

Persaudaraan Tanpa Senioritas
Dalam sambutannya, Dr. Heru menegaskan bahwa KAI bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah besar bagi para advokat yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa sekat senior-junior. Ia menekankan bahwa setiap advokat yang tergabung di KAI memiliki kedudukan yang sama, setara, dan saling menghormati sebagai rekan sejawat. Prinsip kebersamaan ini diyakininya sebagai fondasi kokoh untuk melahirkan advokat yang solid, profesional, serta mampu menjaga marwah hukum di Indonesia.
“Di KAI tidak ada senior atau junior. Semua adalah rekan sejawat. Karena itu, tidak boleh ada hambatan untuk saling berkomunikasi dengan DPP, DPD, maupun DPC,” tegasnya penuh semangat.
Ia juga mengingatkan pentingnya advokat untuk terus memperdalam ilmu, sebab dunia hukum selalu dinamis dan menuntut pemahaman yang luas. Seorang advokat, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman praktik, tetapi juga harus rajin membaca, meneliti, dan mengikuti perkembangan regulasi serta isu-isu aktual. Dengan begitu, advokat dapat tampil lebih cakap, kritis, dan visioner dalam membela kepentingan hukum masyarakat.
Dr. Heru juga mengingatkan bahwa ikrar yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan janji suci yang harus lahir dari hati nurani. Dari janji itulah lahir advokat sejati yang mampu berdiri tegak sebagai pembela kebenaran.
“Jadilah advokat yang cadas, cerdas, dan bermartabat. Ingat, advokat yang kuat tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari tradisi membaca, memperluas pengetahuan, dan terus mengasah diri,” ujarnya penuh motivasi.

Kebersamaan Jadi Kekuatan
Ketua DPD KAI Jawa Barat, Adv. Deny M. Ramdhany, menambahkan bahwa pelantikan ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan yang akan ditutup dengan pengambilan sumpah advokat pada November 2025.
Sementara itu, Ketua DPD KAI Jawa Barat, Adv. Deny M. Ramdhany, menambahkan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari rangkaian pembinaan yang terstruktur. Ia menjelaskan, proses tersebut akan mencapai puncaknya dengan pengambilan sumpah advokat pada November 2025, sebuah momentum penting yang menegaskan tanggung jawab moral sekaligus legal bagi setiap advokat baru sebelum terjun mengabdi di tengah masyarakat.
DPD KAI Jawa Barat selalu mengedepankan rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Itulah yang membuat banyak rekan sejawat ingin bergabung. Sesuai arahan Presidium, di KAI tidak ada istilah senior-junior, melainkan rekan sejawat,” ujarnya.

DPD KAI Jawa Barat, lanjutnya, selalu mengedepankan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam setiap aktivitas organisasi. Suasana inilah yang membuat banyak rekan sejawat tertarik untuk bergabung dan tumbuh bersama dalam wadah KAI. Ia menegaskan, sesuai arahan Presidium, di tubuh KAI tidak dikenal adanya sekat senior-junior. “Yang ada hanyalah rekan sejawat, yang saling menopang, saling menghargai, dan bersama-sama berjuang menegakkan keadilan,” ujarnya.
“Bagi siapa pun yang ingin bergabung dengan keluarga besar KAI, pintu selalu terbuka lebar,” tandasnya. Ia menekankan bahwa KAI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga ruang belajar, ruang pengabdian, sekaligus rumah kebersamaan bagi para advokat. Dengan bergabung, setiap advokat tidak hanya memperkuat jejaring profesional, tetapi juga ikut serta membangun marwah hukum yang berintegritas dan humanis di Indonesia.
23 Advokat Baru Jawa Barat
Berikut daftar nama advokat yang resmi dilantik:
1. Adam Rafsanjani Kautsar, S.H
2. Ainun Nisha, S.H
3. Andri Ferdiansyah, S.H
4. Aroli Ndraha, S.H., C.PFW., C.MDF
5. Asep Supriatna, S.H., C.ME., CCL
6. Dhita Restu Putri Ramadhani, S.H
7. Ema Utamisari, S.KOM., S.H
8. Enjang Ilham Syaekhoni, S.H
9. Farkhan Umarudi, S.H., M.H
10. Fatkhurrokman, S.H
11. KBP (P) Harvin Raslin, S.H
12. Helldy Heldiansyah, S.H
13. Iva Mas Uva, S.T., S.H., M.I.KOM
14. Maula Tamimi, S.H
15. Moh. Ni’amillah Arifudin, S.H
16. Muhamad Habib Akhbar, S.H
17. Romanius Ginting, S.H
18. Wa Marcella, S.H
19. Yoserizal, S.H
20. Yoshua Agung Yulianus Timothea, S.H
21. Yossi Prasetiyo, S.H
22. Ega Prawira, S.H
23. Muhammad Sopandi, S.H
Advokat Baru, Harapan Baru
Pelantikan 23 advokat baru ini menjadi momentum penting bagi Jawa Barat dalam melahirkan generasi penegak hukum yang siap mengabdi demi keadilan. Kehadiran mereka diharapkan bukan hanya memperkuat profesi advokat, tetapi juga menghadirkan sosok-sosok berintegritas, cerdas, dan humanis yang mampu menjadi benteng hukum bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar profesi, advokat adalah penjaga marwah hukum dan suara bagi pencari keadilan. Dengan semangat baru yang mereka bawa, Jawa Barat menaruh harapan lahirnya advokat-advokat yang berani, profesional, dan setia pada nurani.
(Red)










