Tangerang Selatan, Banten, CYBERNUSANTARA1.ID β Dewan Sengketa Indonesia (DSI) melaksanakan kegiatan benchmarking terkait pengelolaan kampus internasional di Monash University Indonesia Campus, yang berlokasi di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu, 17 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis DSI untuk memperluas wawasan tata kelola pendidikan tinggi berstandar global, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi dinamika pendidikan, hukum, dan penyelesaian sengketa di tingkat nasional maupun internasional.
Benchmarking yang dilakukan tidak sekadar bersifat studi banding, melainkan menjadi proses sistematis untuk mengukur dan membandingkan kinerja, proses, serta layanan organisasi dengan standar terbaik yang telah diterapkan oleh institusi pendidikan kelas dunia. Monash University Indonesia dipilih karena reputasinya sebagai kampus internasional dengan sistem pengelolaan modern, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan global.
Baca Juga Berita Ini πππ:
Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE, menegaskan bahwa benchmarking merupakan instrumen strategis yang sangat penting bagi lembaga mana pun yang ingin bertumbuh secara berkelanjutan.
βBenchmarking bukan sekadar membandingkan, tetapi sebuah alat strategis untuk menemukan kesenjangan kinerja, mempelajari praktik terbaik, dan mendorong peningkatan yang terstruktur. Dari sinilah organisasi dapat berkembang menjadi lebih efisien, kompetitif, dan unggul,β ujar Prof. Sabela Gayo.
Menurutnya, melalui benchmarking, sebuah institusi dapat mengidentifikasi perbedaan antara kondisi aktual dengan standar ideal yang diterapkan oleh pemimpin industri atau institusi terdepan. Proses ini menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Baca Juga Berita Ini πππ:
Prof. Sabela menjelaskan, tujuan utama benchmarking mencakup identifikasi kesenjangan kinerja, pemahaman terhadap praktik terbaik (best practices), peningkatan efisiensi dan kualitas layanan, serta pencapaian keunggulan kompetitif agar organisasi tetap relevan di tengah perubahan global yang cepat.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa benchmarking memiliki beberapa jenis pendekatan. Internal benchmarking dilakukan dengan membandingkan kinerja antarunit dalam satu organisasi, sementara external benchmarking membandingkan dengan institusi di luar organisasi, baik kompetitor maupun non-kompetitor. Selain itu, terdapat competitive benchmarking yang berfokus pada pesaing terkuat di industri yang sama, serta functional benchmarking yang menitikberatkan pada fungsi tertentu, tanpa memandang sektor industrinya.
Kegiatan benchmarking DSI di Monash University Indonesia ini diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan tata kelola kelembagaan, khususnya dalam mendorong sinergi antara dunia pendidikan tinggi, profesional hukum, dan sistem penyelesaian sengketa yang modern, transparan, serta berorientasi pada standar internasional.
Dengan langkah ini, DSI menegaskan komitmennya untuk terus belajar dari praktik terbaik global demi membangun institusi yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber : Dewan Sengketa Indonesia (DSI)










