Polda Jabar Imbau Penguatan Pembinaan Siswa agar Tak Terprovokasi Ajakan Demo Anarkis

banner 468x60

BANDUNG, CYBERNUSANTARA1.ID — Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengimbau Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pembinaan kepada para siswa, terutama di wilayah yang dinilai rawan terprovokasi ajakan unjuk rasa ke Jakarta. Langkah ini diambil setelah aparat berhasil mengamankan 417 pelajar yang berencana mengikuti aksi demonstrasi pada bulan lalu di wilayah hukum Polda Jabar.

Wilayah yang menjadi fokus pembinaan meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Purwakarta, di mana ditemukan adanya upaya provokasi terhadap pelajar melalui media sosial dan jaringan komunikasi tertentu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan mereka.

“Pelajar seharusnya fokus pada pendidikan dan masa depan, bukan terseret dalam agenda-agenda kelompok tertentu yang ingin menunggangi isu sosial dan politik,” ujar Hendra.

Menurut hasil penyelidikan, sebagian besar siswa yang diamankan terprovokasi melalui flyer digital dan ajakan di media sosial dengan narasi menyesatkan yang sengaja dibuat untuk membangkitkan sentimen negatif terhadap pemerintah.

“Kami menemukan banyak konten provokatif yang sengaja dirancang untuk membangkitkan emosi generasi muda,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Jabar berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, guru, dan pihak sekolah untuk memperkuat pembinaan mental, karakter, dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar. Tujuannya agar para siswa memiliki rasa cinta tanah air, disiplin, serta kemampuan berpikir kritis, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah.

“Pembinaan karakter, nasionalisme, dan literasi digital sangat penting untuk mencegah munculnya generasi yang mudah tersulut provokasi dan bertindak anarkis,” tegas Hendra, Rabu (15/10/2025).

Selain itu, Polda Jabar juga mengingatkan bahwa keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi mengganggu kamtibmas dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum.

“Kami tetap mengedepankan langkah pembinaan, tetapi bila ada pihak yang dengan sengaja memobilisasi pelajar, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusifitas wilayah Jawa Barat, terutama menjelang momentum nasional yang sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan provokasi.

“Harapan kami, sekolah dan orang tua berperan aktif memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak ikut-ikutan dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tutup Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Sumber: Bidhumas Polda Jabar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *