BANDUNG, CYBERNUSANTARA1.ID – Semangat persahabatan yang lahir dari Kota Bandung kembali bergema melalui Asia Africa Festival (AAF) 2026. Mengusung semangat kolaborasi lintas negara, festival ini tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga wadah diplomasi yang memperkuat hubungan internasional melalui sejarah, ekonomi kreatif, hingga budaya minum kopi yang menjadi simbol keakraban.
Tahun ini, Asia Africa Festival menghadirkan 26 delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika, sekaligus menegaskan kembali posisi Bandung sebagai kota bersejarah yang memiliki peran penting dalam diplomasi dunia sejak Konferensi Asia Afrika 1955.
Dalam sambutan Wali Kota Bandung yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, ditegaskan bahwa Asia Africa Festival bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan platform strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, industri kreatif, generasi muda, hingga masyarakat sipil dari berbagai negara.
Menurut Iskandar, dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, ketidakpastian ekonomi, transformasi digital, hingga dinamika geopolitik. Dalam kondisi tersebut, semangat Konferensi Asia Afrika yang mengedepankan dialog, solidaritas, dan kerja sama dinilai tetap relevan.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadapi tantangan global. Melalui Asia Africa Festival, kita ingin memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ujar Iskandar.
Selain forum diplomasi, para delegasi juga diajak menikmati kekayaan budaya Kota Bandung, mencicipi kuliner khas, serta mengenal berbagai produk ekonomi kreatif lokal. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah tradisi menikmati secangkir kopi bersama, yang menjadi simbol hangatnya persahabatan dan ruang dialog tanpa sekat.
Pemerintah Kota Bandung berharap kehadiran tamu dari berbagai negara dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, memperluas jaringan investasi, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui promosi produk dan budaya lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Iskandar juga menyampaikan bahwa Wali Kota Bandung Muhammad Farhan belum dapat menghadiri kegiatan karena sedang menjalani perawatan kesehatan. Ia mengajak seluruh tamu undangan untuk turut mendoakan agar Wali Kota segera pulih dan dapat kembali menjalankan tugas melayani masyarakat.
Asia Africa Festival 2026 menjadi pengingat bahwa warisan Konferensi Asia Afrika bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga inspirasi yang terus hidup dalam membangun perdamaian, saling menghormati, dan kerja sama antarbangsa.
Melalui diplomasi budaya yang diwujudkan dalam seni, kuliner, ekonomi kreatif, hingga secangkir kopi, Bandung kembali menunjukkan bahwa hubungan internasional dapat dibangun melalui kedekatan antarmanusia, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.










