BALIKPAPAN | CYBERNUSANTARA1.ID – Di tengah pesatnya pembangunan dan transformasi wilayah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), muncul satu pertanyaan penting, bagaimana memastikan generasi muda tetap unggul dalam pendidikan tanpa kehilangan identitas budaya daerah?
Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam audiensi antara Perpedayak Nusantara Kota Balikpapan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, S.T., M.Si., yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Perpedayak Nusantara Kota Balikpapan, Rizqi Ramadhanie, S.E., sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam membangun sektor pendidikan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Menjaga Akar Budaya di Tengah Arus Modernisasi
Dalam audiensi tersebut, Rizqi Ramadhanie menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia serta kemampuan masyarakat menjaga warisan budaya yang dimiliki.
Menurutnya, perkembangan Balikpapan yang semakin strategis akibat hadirnya IKN harus dibarengi dengan penguatan karakter generasi muda agar tetap memahami nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal.
“Perpedayak Nusantara siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pemerataan pendidikan sekaligus menjaga agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya,” ujar Rizqi.
Ia menambahkan, organisasi yang dipimpinnya berkomitmen membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat.
Disdikbud: Pendidikan dan Budaya Butuh Peran Semua Pihak
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Perpedayak Nusantara. Menurutnya, tantangan pendidikan dan kebudayaan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata.
Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, komunitas budaya, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Irfan berharap Perpedayak Nusantara dapat mengambil peran sebagai agen perubahan (agent of change) yang aktif mengedukasi masyarakat, memperkuat nilai-nilai karakter, serta menjaga suasana yang kondusif di lingkungan pendidikan.
“Pendidikan yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan pelestarian budaya. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar,” ungkapnya.
Kolaborasi yang Dinanti Masyarakat
Audiensi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai program kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari edukasi budaya, penguatan karakter generasi muda, hingga kegiatan yang mendukung kualitas pendidikan di Kota Balikpapan.
Pertemuan diakhiri dengan foto bersama dan komitmen untuk menindaklanjuti hasil diskusi melalui langkah-langkah konkret yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semakin dekatnya Balikpapan dengan pusat pemerintahan nasional di IKN, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Perpedayak Nusantara dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan kompetitif, tetapi juga bangga terhadap budaya dan identitas daerahnya.
Akankah kolaborasi ini melahirkan program pendidikan dan pelestarian budaya yang mampu menjadi contoh bagi daerah lain? Masyarakat Balikpapan tentu menantikan langkah nyata berikutnya.










