Polsek Cipatat dan BPP Gelar Penyuluhan PGPR untuk Tingkatkan Kemandirian Petani Hutan

Ragam Berita51 Dilihat
banner 468x60

Cipatat, CYBERNUSANTARA1.ID — Dalam upaya memperkuat kemandirian petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, Polsek Cipatat bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cipatat menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Quryota Ayun. Kegiatan ini berlangsung di kawasan hutan Perhutani Bandung Selatan, tepatnya di Petak 77 F, Blok Cikawung, Kampung Cipanas, RW 01, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, pada Jumat (8/8/2025).

Penyuluhan yang dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini mengangkat tema pelatihan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), yakni agen hayati yang berfungsi mempercepat pertumbuhan tanaman serta meningkatkan kesehatan tanah secara alami.

Kurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, S.H., M.H., CPHR., yang hadir langsung memimpin kegiatan, menekankan pentingnya peralihan petani dari penggunaan pupuk kimia menuju pupuk hayati yang ramah lingkungan.

“Kami ingin para petani mampu membuat pupuk hayati seperti PGPR secara mandiri, sehingga pertanian tetap produktif namun tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Kompol Iwan dalam sambutannya.

Sinergi Multi-Pihak Dukung Ketahanan Pangan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Eky Samsul Hidayat, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Cipatat, M. Ramdhan, S.P., Koordinator BPP Cipatat, Jejen, Ketua KTH Quryota Ayun, AKP Dede Rukmana, Kanit Binmas Polsek Cipatat, Bhabinkamtibmas Desa Rajamandala Kulon, serta para ketua tani jagung dari Kelompok Quryota Ayun Blok Cikawung sebanyak 10 orang.

Dalam pelatihan, para peserta dibimbing mulai dari pengenalan bahan baku pembuatan PGPR, proses fermentasi, hingga teknik aplikasinya pada lahan pertanian. Antusiasme tinggi terlihat dari para petani yang aktif bertanya dan terlibat dalam praktik lapangan.

Bangun Kemandirian Petani dan Lingkungan Berkelanjutan

Kegiatan ditutup pada pukul 10.00 WIB dalam suasana penuh keakraban, aman, dan lancar. Kolaborasi antara Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung kemandirian petani serta ketahanan pangan di tingkat desa.

Dengan mengusung motto “Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas,” kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis komunitas.

(Jay)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *