Yotam Wakum Tegaskan Komitmen  Pengembangan DSI di Papua 

BERITA UTAMA, Hukum158 Dilihat
banner 468x60

Papua | CYBERNUSANTARA1.ID – Dewan Sengketa Indonesia (DSI) terus memperluas perannya sebagai lembaga alternatif penyelesaian sengketa dengan pendekatan profesional dan berintegritas. Kali ini, komitmen tersebut diperkuat melalui penunjukan Yotam Wakum, S.H., CPL., CPCLE., CPM., CPrM., sebagai Pemegang Mandat DSI di wilayah Papua.

Dalam pernyataannya, Yotam Wakum menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah tersebut.

“Saya sangat senang dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DSI. Ini adalah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa langkah strategis yang akan dilakukan adalah membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga di Papua guna menciptakan sinergi dalam penyelesaian konflik yang terjadi di masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci utama. Kami akan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga di Papua untuk mewujudkan kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai konflik, baik antara individu, masyarakat dengan pemerintah, maupun antar lembaga,” tegasnya.

Yotam Wakum juga menekankan bahwa DSI akan hadir sebagai mitra independen pemerintah dalam menyelesaikan konflik secara damai, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM).

“DSI Papua akan selalu hadir sebagai mitra independen pemerintah dalam menyelesaikan konflik dengan jalan damai, serta menghormati hak asasi setiap pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai konflik yang terjadi di Papua selama ini kerap diselesaikan dengan pendekatan yang kurang kredibel. Oleh karena itu, kehadiran DSI diharapkan mampu memberikan alternatif penyelesaian yang lebih adil dan profesional.

“Kami ingin menghadirkan penyelesaian sengketa yang kredibel, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak, tanpa intervensi dari pihak manapun,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa DSI Papua akan mengedepankan prinsip win-win solution dalam setiap penyelesaian konflik.

“Pendekatan kami adalah mencari solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak, menjaga keadilan, serta memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Papua,” tambahnya.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Dewan Sengketa Indonesia, Prof. Sabela Gayo, yang menilai Yotam Wakum sebagai sosok yang memiliki semangat dan integritas tinggi dalam mengemban amanah.

“Saya mengapresiasi komitmen Saudara Yotam Wakum dalam membangun DSI di Papua. Ini adalah langkah penting dalam menghadirkan penyelesaian sengketa yang berkeadilan, damai, dan menghormati hak asasi manusia,” ujar Prof. Sabela Gayo.

Ia juga menegaskan bahwa wilayah Papua membutuhkan pendekatan penyelesaian konflik yang humanis dan berlandaskan nilai keadilan.

“DSI harus hadir sebagai solusi yang independen, profesional, dan mampu menjembatani berbagai kepentingan. Saya yakin DSI Papua di bawah kepemimpinan Yotam Wakum akan menjadi contoh dalam menghadirkan keadilan yang bermartabat,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, DSI Papua diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penyelesaian konflik yang tidak hanya berorientasi pada hukum formal, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, keadilan, dan integritas. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *