Presiden DSI Dijadwalkan Audiensi dengan CAS Swiss, Perkuat Kompetensi Arbitrase Olahraga Indonesia Berstandar Internasional

banner 468x60

JAKARTA | CYBERNUSANTARA1.ID – Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE., ACIArb., CPM., CPArb., dijadwalkan melakukan audiensi dengan Court of Arbitration for Sport (CAS) di Lausanne, Swiss, pada 11 Agustus 2026. Agenda tersebut merupakan bagian dari komitmen DSI dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kompetensi penyelesaian sengketa olahraga di Indonesia melalui pembelajaran dari lembaga arbitrase olahraga terkemuka dunia.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi forum pertukaran gagasan mengenai perkembangan arbitrase olahraga internasional, termasuk mekanisme penyelesaian sengketa yang melibatkan atlet, klub, federasi olahraga, penyelenggara kompetisi, sponsor, hingga organisasi olahraga internasional.

Selain itu, audiensi tersebut juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kompetensi mediator dan arbiter olahraga, serta penguatan sistem penyelesaian sengketa olahraga yang profesional di Indonesia.

Menurut Prof. Sabela Gayo, perkembangan industri olahraga yang semakin modern tidak hanya menuntut peningkatan prestasi, tetapi juga membutuhkan sistem hukum yang mampu memberikan kepastian, perlindungan, dan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Olahraga modern tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum. Sengketa harus diselesaikan secara profesional, independen, transparan, dan berkeadilan agar prestasi olahraga tetap terjaga serta kepercayaan masyarakat terhadap dunia olahraga semakin meningkat,” ujar Prof. Sabela Gayo.

Ia menjelaskan bahwa penyelesaian sengketa secara cepat dan profesional merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekosistem olahraga nasional maupun internasional.

Menurutnya, banyak persoalan di dunia olahraga yang dapat diselesaikan melalui mekanisme arbitrase tanpa harus melalui proses litigasi yang panjang, sehingga aktivitas pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi tetap berjalan dengan baik.

“Arbitrase olahraga hadir bukan semata-mata untuk menyelesaikan konflik, tetapi juga menjaga keberlangsungan kompetisi, melindungi hak atlet, memberikan kepastian kepada klub dan federasi, serta menciptakan iklim olahraga yang sehat dan profesional,” katanya.

Prof. Sabela Gayo menambahkan bahwa pengalaman dan praktik terbaik yang dimiliki CAS akan menjadi referensi penting bagi DSI dalam mendorong pengembangan sistem penyelesaian sengketa olahraga di Indonesia.

“Kami ingin mempelajari standar internasional yang diterapkan CAS agar dapat menjadi inspirasi dalam membangun mekanisme penyelesaian sengketa olahraga yang semakin kredibel, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan olahraga nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DSI berkomitmen mendukung pembangunan sistem hukum olahraga yang mampu menjawab tantangan perkembangan industri olahraga global.

“Indonesia memiliki potensi besar di berbagai cabang olahraga. Oleh karena itu, sistem penyelesaian sengketa juga harus berkembang agar mampu memberikan perlindungan hukum yang berimbang kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari atlet, pelatih, klub, federasi, hingga investor di sektor olahraga,” ungkapnya.

Prof. Sabela Gayo berharap hasil audiensi tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, pelatihan, pertukaran keilmuan, serta pengembangan standar etik arbitrase olahraga di Indonesia.

“Kolaborasi internasional merupakan investasi bagi masa depan. DSI ingin menghadirkan sistem penyelesaian sengketa olahraga yang modern, berintegritas, dan berorientasi pada keadilan sehingga mampu mendukung kemajuan olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Melalui agenda audiensi dengan Court of Arbitration for Sport (CAS) di Lausanne, DSI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta membangun sistem arbitrase olahraga yang profesional, independen, transparan, dan berstandar global guna mendukung kemajuan ekosistem olahraga Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *