Alumni DSI Tebing Tinggi Luncurkan Buku “Mediator As Coach”, Dorong Peran Mediator Lebih Edukatif dan Solutif

banner 468x60

Jakarta | CYBERNUSANTARA1.ID – Upaya memperkuat kualitas penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi kembali mendapat kontribusi positif dari para praktisi hukum. Empat alumni Dewan Sengketa Indonesia (DSI) yang berdomisili di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, menerbitkan sebuah buku berjudul “Mediator As Coach” yang mengangkat pendekatan baru dalam praktik mediasi.

Buku tersebut ditulis oleh empat mediator non-hakim yang aktif di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, diantaranya;

1. Tegen Maharaja, S.Kom., S.H., M.H., CPM;

2. Yanuar Hakim Nasution, S.H., M.H., CPM;

3. Dr. Rusli Halil Nasution, S.H.I., M.Ag., CPM;

4. Sri Rahayu, S.H., CPM.

Melalui buku ini, para penulis mencoba menghadirkan perspektif bahwa mediator tidak hanya berperan sebagai penengah sengketa, tetapi juga sebagai coach yang mampu membimbing para pihak untuk menemukan solusi terbaik secara mandiri dan berkeadilan.

Presiden Dewan Sengketa Indonesia, Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE., ACIArb., CPM., CPrM., CPT., CCCLE., CPrCD., CML., memberikan apresiasi atas terbitnya karya tersebut.

Menurutnya, buku Mediator As Coach merupakan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu mediasi di Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para penulis atas terbitnya buku Mediator As Coach. Ini adalah karya yang tidak hanya memperkaya literatur mediasi, tetapi juga memberikan pendekatan edukatif bagi para mediator dalam menjalankan perannya,” ujar Prof. Sabela Gayo melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu 15 Maret 2026.

Ia menilai konsep mediator sebagai coach menjadi pendekatan yang relevan dengan kebutuhan penyelesaian sengketa modern.

“Mediator tidak lagi hanya memfasilitasi dialog, tetapi juga mampu membimbing para pihak agar menemukan solusi yang konstruktif dan berkelanjutan. Buku ini memberikan panduan yang sangat bermanfaat bagi praktisi mediasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Sabela juga mendorong agar buku tersebut dapat menjadi referensi bagi para mediator, akademisi, maupun praktisi hukum yang ingin memperdalam metode penyelesaian sengketa secara damai.

“Saya berharap buku ini dapat menjadi bahan pembelajaran yang inspiratif dan layak dimiliki oleh para mediator di seluruh Indonesia,” katanya.

Selain memberikan nilai edukasi, buku ini juga diharapkan dapat memperkuat peran mediator non-hakim dalam membantu proses penyelesaian perkara di pengadilan maupun di luar pengadilan.

Bagi masyarakat atau praktisi yang ingin memiliki buku “Mediator As Coach”, dapat memperolehnya dengan menghubungi Tegen Maharaja di nomor +62 813-7076-4569.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *