Pengawas SPBU 34-17120 Bekasi Timur Beri Penjelasan Soal Insiden 19 Mei 2025

banner 468x60

Berikut adalah versi berita online jurnalistik bergaya SEO ekstrem dari insiden meninggalnya Zulfikar di SPBU Bekasi:

Meninggal di Area SPBU Bekasi! Fakta Mengejutkan Ungkap Bukan Kecelakaan Kerja

Bekasi Kota, CYBERNUSANTARA1.ID — Kasus meninggalnya seorang tenaga lepas bernama Zulfikar di SPBU 34-17120 Jalan Raya Pengasinan, Bekasi Timur, yang sempat mengundang spekulasi publik, akhirnya terbongkar. Fakta terbaru menyatakan bahwa insiden tersebut bukan akibat kecelakaan kerja, melainkan karena riwayat penyakit jantung.

Investigasi Tuntas! Tidak Ada Unsur Kelalaian dari Pihak SPBU

Dalam wawancara eksklusif bersama Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Arifin, selaku pengawas SPBU, menegaskan bahwa pengecekan internal dan investigasi pihak kepolisian telah dilakukan. Hasilnya: tidak ditemukan unsur kecelakaan kerja maupun kelalaian dari pihak manapun.

“Sudah dicek langsung oleh Bimaspol Polsek Bekasi Timur beberapa hari setelah kejadian. Tidak ada kelalaian kami atas meninggalnya Zulfikar,” tegas Arifin, Rabu (23/7/2025), didampingi adik korban di ruang kerjanya.

Detik-Detik Zulfikar Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Ruang Dombak SPBU

Insiden terjadi pada Senin, 19 Mei 2025 sekitar pukul 07.20 WIB. Zulfikar ditemukan dalam kondisi terduduk lemas di ruang dombak, area teknis di atas tangki BBM yang biasa ia bersihkan sebagai bagian dari tugas rutinnya.

“Saya cari, panggil-panggil, tak ada sahutan. Saya cek ruang dombak dan melihat korban terduduk di pojok. Kami langsung bawa ke RS Amanda Tambun Selatan, tapi nyawanya tidak tertolong,” ungkap Arifin.

Pihak Keluarga Tegaskan: Zulfikar Memiliki Riwayat Jantung!

Irgi Hambali, adik kandung korban, yang juga bekerja di SPBU tersebut, membenarkan bahwa kakaknya memiliki riwayat jantung. Ia menegaskan bahwa keluarga besar telah mengikhlaskan kepergian Zulfikar dan tidak pernah memberikan kuasa hukum kepada siapa pun untuk menuding pihak SPBU.

“Saya tahu persis kondisi abang saya. Ibu kami di Arab Saudi pun sudah ikhlas. Kami mohon stop opini-opini jahat dan pemberitaan yang tak elok. Tidak ada kuasa yang kami berikan ke siapa pun,” tegas Irgi.

FWJ Indonesia: Stop Saling Tuding! Jangan Komoditaskan Kematian

Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya (Opan), menyatakan bahwa kasus ini tidak perlu dipolitisasi atau dimanfaatkan untuk saling tuding dan mencari-cari kesalahan. Ia mengimbau semua pihak untuk menghormati keluarga korban yang telah ikhlas.

“Jangan jadikan ini sebagai ajang mencari kesalahan. Kasus ini sudah jelas dan tak perlu diperuncing,” kata Opan dalam wawancara eksklusif.

Pertamina Mor 3: Kematian Zulfikar Bukan Kecelakaan Kerja

Tim investigasi dari Pertamina MOR 3 Regional Jawa Bagian Barat (JBB) pun telah turun langsung ke TKP pada Senin, 21 Juli 2025. Hasilnya tegas: tidak ada kelalaian pihak SPBU. Pengawas, manajer, dan pemilik SPBU bahkan telah dimintai klarifikasi resmi oleh pihak Pertamina.

“Kesimpulan akhir menyatakan bahwa Zulfikar meninggal murni akibat penyakit jantung, bukan karena kecelakaan kerja,” ungkap Arifin menyampaikan hasil investigasi Pertamina.

Fakta Menang Lawan Spekulasi

Meninggalnya Zulfikar di SPBU Bekasi Timur bukan disebabkan oleh kelalaian kerja, tapi karena penyakit jantung yang sudah dideritanya. Pihak keluarga sudah ikhlas dan meminta semua pihak untuk menghentikan pemberitaan negatif yang bisa menyakiti hati mereka.

 Sumber : FWJ Indonesia

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *