Purwakarta, CYBERNUSANTARA1.ID – Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) resmi mendeklarasikan kepengurusan periode 2025–2030 melalui kegiatan penanaman pohon di Kampung Tajur, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, pada Senin (14/7/2025).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Pembina Yayasan, Sukanto Aliwinoto, bertepatan dengan agenda penanaman pohon dalam rangka konservasi lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan komitmen yayasan terhadap pelestarian alam dan mitigasi bencana di Jawa Barat.
Struktur kepengurusan yang baru terdiri dari Ketua Murfito Adi, Wakil Ketua Ivan Rivky Sulaeman, S.H., Sekretaris Dr. P Banjarnahor, S.H., M.H., M.Pd., dan Bendahara Franky Kusprananto, S.Th, serta para kepala bidang operasional.
Komitmen Hijau dan Aksi Sosial Nyata
YBGS memiliki visi kuat di bidang keagamaan, kemanusiaan, dan sosial. Sebelum deklarasi, yayasan telah menggelar aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, dan pembagian ratusan paket sembako di dua lokasi di Kabupaten Purwakarta pada Minggu (13/7).
Ketua Pembina, Sukanto Aliwinoto, menegaskan bahwa yayasan berdiri untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelestarian hutan dan mitigasi bencana. Pihaknya telah menyiapkan 1.800 bibit pohon untuk ditanam di berbagai kota dan kabupaten.
“Pembangunan harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan. Kami berkomitmen menanam pohon di daerah rawan longsor sebagai bentuk mitigasi bencana.” ujar Sukanto.
Ia juga menekankan pentingnya pemilihan lokasi pembangunan yang bijak agar tidak merusak keseimbangan ekosistem. YBGS akan bekerja sama dengan unsur kewilayahan untuk menentukan titik-titik penanaman yang strategis.
Kegiatan Terencana dan Berdampak
Ketua Yayasan Badega Garuda Sakti, Murfito Adi, menambahkan bahwa seluruh program akan dirancang berdasarkan koordinasi dengan Forkopimda dan hasil kajian wilayah.
“Kami tidak akan asal tanam. Harus ada kajian dan perencanaan agar penanaman pohon memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Murfito.
Ia juga menyerukan agar tata ruang dan perizinan pembangunan ke depan dievaluasi secara cermat demi mencegah potensi bencana yang merugikan.
Deklarasi Dihadiri Sejumlah Pejabat
Deklarasi ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat penting, di antaranya:
- Anggota DPRD Jabar Komisi II
- Dirpamobvit Polda Jabar mewakili Kapolda
- DPTH Prov. Jabar (BBH)
- Kajari Purwakarta
- Dispangtan, DLH, dan Kadisdik Purwakarta
- Danramil 1903/Drg mewakili Dandim 0619/Pwk
- Kapolsek Bojong, serta jajaran Polsek Bojong
- UPTD Puskesmas Bojong
- Perhutani KPH Bandung & Bandung Utara
- KKN UBP Karawang
- Pemerintah Kecamatan & Desa Pasanggrahan
- Dirut PT D Jung Jawa Nusantara
- Ketua Persatuan Notaris Jawa Barat
- IAIN Laa Roiba Bogor, Ketua APDESI Bogor, dan perwakilan Kades sekitarnya
- Keluarga Besar Asep-Asep Kabupaten Purwakarta (KAA)
Yayasan Prima Bersinar, Gapoktan, dan tokoh masyarakat setempat
Melalui deklarasi ini, Yayasan Badega Garuda Sakti menegaskan perannya sebagai pelopor gerakan hijau dan kemanusiaan yang berkelanjutan di Jawa Barat. Komitmen ini menjadi bagian dari strategi besar menciptakan masa depan yang hijau, aman, dan tangguh menghadapi bencana.
(Red)
















