Polda Jabar Ingatkan Pendaki Waspadai Karhutla Saat Musim Kemarau

TNI/POLRI87 Dilihat
banner 468x60

BANDUNG | CYBERNUSANTARA1.ID — Aktivitas pendakian dan jelajah alam di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Barat meningkat seiring tingginya minat masyarakat menikmati wisata alam. Namun, pada musim kemarau, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penggunaan kompor lapangan, pembuatan api unggun hingga kebiasaan merokok di jalur pendakian menjadi sejumlah aktivitas yang perlu mendapat perhatian. Api kecil dapat berubah menjadi kebakaran apabila berada di kawasan dengan rumput, daun, ranting atau vegetasi yang mengering.

Menanggapi kondisi tersebut, Polda Jawa Barat mengimbau pendaki, komunitas pencinta alam, masyarakat di sekitar lereng gunung serta pengelola jalur pendakian untuk meningkatkan disiplin keselamatan selama berada di kawasan pegunungan.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Pipit Rismanto meminta seluruh pihak turut mencegah munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.

“Kepada para pendaki dan masyarakat Jawa Barat, kami mengimbau agar bersama-sama mencegah potensi karhutla: tidak membuat api unggun di area rawan, tidak membuang puntung rokok sembarangan di sepanjang jalur, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas memasak menggunakan kompor portable saat ber-camping,” ujar Pipit, Rabu (26/8/2026).

Kompor Portable Juga Perlu Diawasi

Selain api unggun, penggunaan kompor portable ketika berkemah juga harus dilakukan secara hati-hati. Pendaki diminta memilih lokasi yang aman dan jauh dari material yang mudah terbakar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengingatkan pendaki maupun pengelola jalur agar memiliki langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat.

“Para pendaki dan pengelola jalur pendakian diminta selalu menyediakan sarana pemadam sederhana serta memastikan sisa api kompor atau puntung rokok benar-benar padam total sebelum ditinggalkan, terutama di area yang penuh rumput dan ranting kering,” tegas Hendra.

Keselamatan Dimulai dari Perilaku Sederhana

Polda Jabar menekankan bahwa pencegahan karhutla tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Hal-hal sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak menyalakan api di lokasi rawan, mengawasi kompor selama digunakan dan memastikan seluruh sumber api benar-benar padam dapat menjadi langkah penting.

Pendaki juga perlu mematuhi aturan pengelola kawasan, memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan, serta tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi jalur dinilai berisiko.

Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada petugas atau pihak berwenang dan tidak mengambil tindakan yang justru membahayakan keselamatan diri.

Dengan kesadaran dan kepatuhan bersama, kegiatan pendakian di Jawa Barat diharapkan tetap menjadi aktivitas rekreasi yang aman sekaligus ikut menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Jaga gunung bukan hanya saat mendaki, tetapi juga melalui setiap tindakan kecil yang mencegah munculnya api.”

Sumber : Bid Humas Polda Jabar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *