JAKARTA | CYBERNUSANTARA1.ID – Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE., ACIArb., CPM., CPArb., dijadwalkan melakukan audiensi dengan International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) pada 3 Agustus 2026 di Hamburg, Jerman. Agenda tersebut merupakan bagian dari langkah strategis DSI dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan institusi penyelesaian sengketa bertaraf internasional serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang hukum dan penyelesaian sengketa.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi forum pertukaran gagasan mengenai perkembangan hukum internasional, khususnya yang berkaitan dengan penyelesaian sengketa hukum laut, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kompetensi mediator maupun arbiter Indonesia.
Prof. Sabela Gayo menegaskan bahwa era globalisasi menuntut setiap lembaga penyelesaian sengketa untuk terus meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan hukum internasional.
“Kami ingin belajar dari praktik-praktik terbaik dunia. Indonesia membutuhkan lembaga penyelesaian sengketa yang semakin kredibel, adaptif, independen, serta mampu memberikan kepastian hukum yang dipercaya masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Prof. Sabela Gayo, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, kerja sama dengan berbagai lembaga internasional merupakan investasi penting dalam membangun sistem penyelesaian sengketa yang modern dan berorientasi pada keadilan.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan mekanisme penyelesaian sengketa yang profesional akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga bagi pemerintah, masyarakat, dan para investor yang membutuhkan kepastian hukum.
“Kolaborasi internasional bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas kelembagaan, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, serta menghadirkan inovasi dalam sistem penyelesaian sengketa di Indonesia,” katanya.
Prof. Sabela Gayo menambahkan bahwa DSI berkomitmen menghadirkan mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat, adil, efisien, transparan, dan sejalan dengan perkembangan hukum internasional.
“Kami percaya bahwa penyelesaian sengketa yang baik bukan hanya menghasilkan putusan yang adil, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, menjaga hubungan para pihak, dan mendukung iklim investasi yang sehat. Itulah komitmen yang terus kami bangun di Dewan Sengketa Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap audiensi dengan ITLOS dapat menjadi awal dari penguatan kerja sama akademik dan kelembagaan yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sistem penyelesaian sengketa di Indonesia.
“DSI ingin menjadi bagian dari kemajuan hukum internasional dengan tetap membawa nilai-nilai keadilan, integritas, profesionalisme, dan kepentingan nasional. Semoga hasil pertemuan ini dapat memperkaya wawasan serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem penyelesaian sengketa global,” tutur Prof. Sabela Gayo.
Melalui agenda audiensi tersebut, DSI menunjukkan komitmennya untuk terus membangun jejaring internasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong terciptanya sistem penyelesaian sengketa yang berstandar global, namun tetap berlandaskan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia.










