Aceh Barat Daya, CYBERNUSNTARA1.ID – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan masyarakat Desa Durian Rampak, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Bertempat di halaman Masjid Baitul Qahhar, warga secara bergotong royong melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Rabu (27/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah. Ratusan warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima.
Ketua Panitia Kurban, Yulisman, S.Ag, melaporkan bahwa jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai 21 ekor, terdiri dari 11 ekor kerbau dan 10 ekor kambing. Jumlah tersebut menjadi bukti nyata tingginya semangat beribadah dan kepedulian sosial masyarakat Desa Durian Rampak.
“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat dalam berkurban tahun ini sangat baik. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, pelaksanaan kurban juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan solidaritas warga. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun ini merupakan wujud nyata keteladanan terhadap kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS yang menjadi landasan utama ibadah kurban dalam Islam.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Kurban, Hamdani, SE, mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kepedulian sosial.
“Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan berbagi, rasa syukur kepada Allah SWT, dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Semangat inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban memiliki makna edukatif yang sangat penting, terutama dalam membangun karakter masyarakat yang peduli, dermawan, dan memiliki semangat gotong royong.
Pelaksanaan kurban di Masjid Baitul Qahhar juga menjadi cerminan kuatnya budaya kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Aceh Barat Daya. Dengan kerja sama yang solid, seluruh proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban dapat berjalan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Momentum Idul Adha tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan saat menerima, tetapi juga ketika mampu berbagi kepada sesama. Semangat itulah yang terus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Desa Durian Rampak, menjadikan kurban sebagai jembatan persaudaraan dan kepedulian sosial yang semakin kokoh dari tahun ke tahun.














