RIAU | CYBERNUSANTARA1.ID — Pimpinan Pondok Pesantren Al-Turmudzi, KH. Muhtarul Anam, melakukan kunjungan silaturahmi ke Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau, KH. R. Abdul Khalim Mahali. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat ukhuwah ulama sekaligus memperkuat kolaborasi dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Kunjungan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua tokoh sepakat bahwa peran pesantren dan organisasi keagamaan sangat strategis dalam menjawab tantangan sosial keagamaan di era modern, terutama dalam membangun masyarakat yang berilmu, mandiri, dan berakhlak.

Dalam rangkaian kunjungannya, Gus Anam juga melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik KH Khumaidi Sholeh, sosok penting dalam sejarah keilmuan Islam di Indonesia. Ziarah tersebut menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai keteladanan ulama terdahulu dalam menyebarkan ilmu dan ajaran Islam.
KH Khumaidi Sholeh (1900–1961), yang dikenal dengan julukan “Kiai Tiban”, merupakan ulama asal Tingkir, Salatiga, dengan nama kecil Parmin. Ia dikenal sebagai sosok alim yang rendah hati dan memiliki kedalaman ilmu yang luas. Sepanjang hayatnya, ia menulis sedikitnya 21 kitab dalam berbagai disiplin keislaman serta pernah berkiprah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kontribusinya dinilai berpengaruh dalam membangun tradisi keilmuan Islam, khususnya di Jawa Tengah.
Selain itu, Gus Anam juga berziarah ke Selat Panjang, mengunjungi makam Sayyid Komar, yang dikenal sebagai sosok ulama pada masa lampau. Ziarah tersebut memperkaya perjalanan spiritual sekaligus memperkuat nilai historis dalam menelusuri jejak perjuangan ulama.
Dalam keterangannya, Gus Anam menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan sanad keilmuan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, tetapi bagian dari upaya merawat tradisi ulama. Kita harus menjaga sanad keilmuan agar tetap hidup dan relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya kepada awak media melalui WhatsApp, Jumat 10 April 2026.
Sementara itu, KH Abdul Khalim Mahali yang juga merupakan cucu dari KH Khumaidi Sholeh menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun kekuatan umat.
“Kita perlu menguatkan sinergi antara pesantren dan Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif serta ekonomi umat yang mandiri. Spirit perjuangan para ulama terdahulu harus kita lanjutkan dengan kerja nyata,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam masa khidmat 2024–2026, PWNU Riau akan memfokuskan program pada pengembangan pendidikan, penguatan ekonomi umat, serta memperjuangkan aspirasi daerah, termasuk wacana strategis terkait Daerah Istimewa Riau.
Kegiatan silaturahmi ini menunjukkan bahwa jejaring ulama tetap memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai keagamaan, serta memberikan arah edukatif bagi masyarakat. Keteladanan tokoh seperti KH Khumaidi Sholeh diharapkan mampu menginspirasi generasi masa kini untuk melanjutkan perjuangan dengan integritas dan dedikasi tinggi.










