Jakarta | CYBERNUSANTARA1.ID — Upaya memperkuat ekosistem penyelesaian sengketa yang berintegritas dan berakar pada nilai-nilai nasional kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Nusantara Alternative Dispute Resolution (ADR) Awards 2026, yang akan berlangsung pada 16–17 April 2026 di Jakarta.
Ajang ini menjadi panggung apresiasi bagi para profesional ADR yang berkontribusi nyata dalam membangun keadilan, kepastian hukum, dan perdamaian berkelanjutan di Indonesia.
Berbagai kategori penghargaan disiapkan untuk menjangkau spektrum luas praktik ADR, meliputi ;
- Indonesia Mediator Awards 2026,
- Indonesia Adjudicator Awards 2026,
- Indonesia Conciliator Awards 2026,
- Indonesia Arbitrator Awards 2026,
- Indonesia Dispute Board Practitioner Awards 2026,
- Puncak acara berupa Award Ceremony dijadwalkan pada 17 April 2026.
Menurut Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE., ACIArb., CPM., CPArb., CPLI., Nusantara ADR Awards sebagai momentum strategis untuk memperkuat budaya penyelesaian sengketa yang profesional dan beretika.
“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan individual, melainkan pesan kuat bahwa Indonesia menempatkan integritas, kompetensi, dan tanggung jawab moral sebagai fondasi utama penyelesaian sengketa,” ujar Prof. Sabela yang saat ini berada di Den Haag, Belanda.
Menurutnya, praktik ADR memiliki peran krusial dalam menjaga harmoni sosial dan iklim investasi yang sehat, terutama di tengah kompleksitas hubungan hukum modern.
“Mediator, arbiter, adjudicator, dan praktisi dispute board adalah penjaga keadilan yang bekerja dalam senyap. Melalui penghargaan ini, kita mengedukasi publik bahwa keadilan tidak selalu harus lahir dari ruang pengadilan,” tambahnya.
Menariknya, panitia juga mengumumkan bahwa penghargaan tambahan dari DSI serta penghargaan kehormatan dari Keraton, Raja, Sultan, dan Lembaga Adat Nusantara akan diberikan kepada penerima awards. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah progresif yang menjembatani hukum modern dengan kearifan lokal Nusantara.
“Hukum Indonesia memiliki akar budaya yang kuat. Ketika lembaga adat dan otoritas tradisional memberikan penghormatan, itu menegaskan bahwa ADR selaras dengan nilai musyawarah dan keadilan restoratif yang hidup dalam masyarakat kita,” kata Prof. Sabela.
Pendaftaran peserta dan nominasi telah dibuka melalui tautan https://bit.ly/REGISTRASI_NUSANTARA_ADR_AWARDS_2026. Informasi lebih lanjut terkait registrasi dan peluang sponsorship dapat diperoleh melalui Norma (0896-6919-8131).
Dengan pendekatan edukatif, profesional, dan inklusif, Nusantara ADR Awards 2026 diharapkan menjadi rujukan nasional dalam membangun sistem penyelesaian sengketa yang berkelas dunia namun tetap berjiwa Indonesia.
Sumber : Dewan Sengketa Indonesia (DSI)










