BANDUNG | CYBERNUSANTARA1.ID — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi dimaknai sebagai momentum refleksi spiritual yang sarat dengan pesan moral dan nilai persatuan di tengah dinamika kehidupan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Agus Sulaiman, selaku Penasihat media Cybernusantara1.id, saat menyampaikan ucapan Selamat Hari Besar Isra Mi’raj 2026 kepada umat Islam, Jumat (16/1/2026), di Bandung.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Cybernusantara1.id, saya mengucapkan Selamat Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 2026. Semoga peristiwa agung ini menjadi sumber keteladanan dalam membangun akhlak, etika, dan tanggung jawab sosial,” ujar Agus Sulaiman.
Menurutnya, Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis keagamaan, melainkan juga mengandung nilai-nilai universal yang relevan dengan kehidupan kebangsaan, seperti kejujuran, kesabaran, dan semangat persaudaraan.
“Nilai Isra Mi’raj mengajarkan keseimbangan antara keimanan dan kepedulian sosial. Inilah fondasi penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” tegasnya.
Agus menilai, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat membutuhkan teladan moral yang mampu menjadi penuntun dalam menyikapi perbedaan dan dinamika sosial secara bijak.
“Momentum Isra Mi’raj harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga sikap saling menghormati, menjunjung etika, dan mengedepankan dialog yang sehat,” katanya.
Sebagai penasihat media, Agus juga menekankan peran strategis pers dalam menyebarkan pesan damai dan mencerdaskan masyarakat. Ia mendorong media untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalisme yang berimbang dan berintegritas.
“Media memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan,” ungkapnya.
Ia berharap peringatan Isra Mi’raj 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan spiritual yang membawa kedamaian, kesejukan, dan semangat gotong royong bagi seluruh elemen bangsa.
“Semoga Isra Mi’raj ini membawa keberkahan bagi umat, memperkuat persaudaraan, dan mengokohkan Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat,” pungkas Agus Sulaiman.
Peringatan hari besar keagamaan ini diharapkan menjadi refleksi bersama untuk menumbuhkan nilai spiritual yang berdampak positif dalam kehidupan sosial, media, dan kebangsaan. (Red)
















