Menelisik FATOUR Travel Indonesia: Dari Legalitas, Figur Owner, hingga Peluang Dakwah yang Menjanjikan

banner 468x60

Jakarta, CYBERNUSANTARA1.ID – Di tengah maraknya persoalan penyelenggaraan perjalanan umrah dan haji yang kerap merugikan jamaah, publik dituntut semakin cermat memilih travel yang benar-benar amanah. PT. FATOUR Travel Indonesia muncul sebagai salah satu penyelenggara yang secara terbuka menegaskan legalitas, kredibilitas, serta komitmen keberlanjutan ibadah umat.

Hasil penelusuran menunjukkan, FATOUR merupakan perusahaan berizin resmi, dengan merek dagang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham. Legalitas ini menjadi fondasi penting di tengah banyaknya travel bermasalah yang tumbang akibat lemahnya tata kelola.

Dr. Firman Adi Chandra, SE., SH., MH.

Owner PT. FATOUR Travel Indonesia, Dr. Firman Adi Chandra, SE., SH., MH., menegaskan bahwa industri travel ibadah tidak boleh dikelola secara serampangan.

“Mengurus perjalanan ke Baitullah bukan sekadar urusan bisnis. Ini amanah ibadah. Karena itu, legalitas dan integritas menjadi harga mati,” tegas Dr. Firman kepada awak media, Rabu 7 Januari 2026.

Figur di Balik FATOUR: Hukum, Organisasi, dan Media

Kepercayaan terhadap FATOUR juga tidak terlepas dari figur pemiliknya. Dr. Firman tercatat sebagai Ketua DPP Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia), organisasi nasional yang menaungi travel umrah dan haji dari Aceh hingga Papua.

“Seluruh travel haji dan umrah profesional di Indonesia berhimpun di Amphuri. Ini bentuk pengawasan moral dan organisasi agar umat tidak dirugikan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dr. Firman juga dikenal sebagai Advokat Nasional sekaligus Kaprodi Magister Ilmu Hukum Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA). Kiprahnya kerap muncul di berbagai media televisi nasional dan platform digital, termasuk Instagram dan TikTok melalui akun @doctorfirmancandra, yang aktif mengedukasi publik soal hukum dan perlindungan jamaah.

Potensi Besar: Antara Bisnis dan Jalan Ibadah

Data menunjukkan, setiap tahun sekitar 1,5 juta jamaah umrah dan 250 ribu jamaah haji asal Indonesia berangkat ke Tanah Suci. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jamaah terbesar di dunia.

Dr. Firman mengungkapkan, FATOUR membuka peluang kemitraan di seluruh Indonesia sebagai bentuk pemerataan manfaat ekonomi dan dakwah.

“Secara hitungan sederhana, bila satu perwakilan mampu menjangkau 1 persen jamaah umrah saja, itu sekitar 15 ribu jamaah per tahun. Dengan sistem reward yang kami siapkan, hasilnya sangat signifikan,” jelasnya.

Menurutnya, potensi tersebut bukan semata untuk kepentingan pribadi.

“Ini bisa menghidupi keluarga, menguatkan organisasi sosial, bahkan menjadi jalan membangun pesantren, masjid, dan pusat ibadah lainnya. Nilainya bukan hanya materi, tapi keberkahan,” tambah Dr. Firman.

Tanpa Biaya, Tanpa Sekat

Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah kebijakan FATOUR yang tidak memungut biaya bagi mitra atau perwakilan. Hal ini berbeda dengan sejumlah travel lain yang menetapkan biaya kemitraan hingga ratusan juta rupiah.

“Kami ingin membuka pintu bagi siapa saja yang punya niat baik. Tidak ada biaya masuk. Yang kami butuhkan adalah komitmen, jaringan, dan kejujuran,” tegas Dr. Firman.

Para perwakilan FATOUR juga diarahkan untuk aktif melakukan edukasi dan sosialisasi ke majelis taklim, masjid, lingkungan keluarga, hingga instansi pemerintahan dan swasta mengenai pentingnya ibadah haji dan umrah sebagai rukun Islam kelima.

Usaha Abadi, Amanah Sepanjang Zaman

Dalam perspektif jangka panjang, Dr. Firman menilai usaha travel haji dan umrah merupakan sektor yang tidak akan pernah mati.

“Selama umat Islam ada, haji dan umrah akan selalu ada. Tapi yang menentukan adalah siapa yang mengelolanya—apakah orang yang amanah atau sebaliknya,” katanya.

Ia menegaskan komitmen FATOUR untuk menjaga kepercayaan jamaah.

“Umrah bersama FATOUR, insya Allah aman, nyaman, dan pasti berangkat ke Baitullah. Ini bukan sekadar janji, tapi tanggung jawab dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Melalui pembukaan kemitraan nasional ini, FATOUR Travel Indonesia tidak hanya menawarkan peluang ekonomi, tetapi juga mengajak masyarakat menjadikan perjalanan ibadah sebagai jalan dakwah, pengabdian, dan kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.

(Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *