Pelatihan Mediasi Batch 144 Resmi Dibuka: Mencetak Mediator Profesional dan Berintegritas

BERITA UTAMA, Hukum34 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, CYBERNUSANTARA1.ID — Pelatihan Mediasi Batch 144 resmi dimulai melalui platform Zoom Meeting pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan yang berlangsung hingga 16 November 2025 ini diselenggarakan oleh Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI) bekerja sama dengan Dewan Sengketa Indonesia (DSI) dan Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia (YPDSI).

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Prof. Dr. Sabela Gayo, S.H., M.H., M.M., pakar hukum dan pendiri DSI, serta Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM, yang juga Trainer TOT Mahkamah Agung Republik Indonesia. Keduanya dikenal luas sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan pendidikan mediasi dan penguatan sistem penyelesaian sengketa non-litigasi di Indonesia.

Prof. Sabela Gayo: Mediasi Sebagai Pilar Keadilan dan Kemanusiaan

Dalam sambutannya, Prof. Sabela Gayo menegaskan bahwa mediasi bukan sekadar metode penyelesaian sengketa, tetapi juga wujud nyata dari filosofi hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan musyawarah.

“Mediasi bukan hanya jalan keluar dari konflik, tetapi jalan kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan. Mediator sejati bukan hanya menyelesaikan sengketa, tapi menumbuhkan kembali rasa keadilan,” ujar Prof. Sabela.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya hukum yang damai dan berkeadaban, di mana mediator berperan sebagai penjaga harmoni sosial dan penegak nilai moral di tengah masyarakat hukum modern.

Dr. Mardi Candra: Profesionalisme dan Empati Adalah Kunci Mediator Sukses

Sementara itu, Dr. Mardi Candra menyoroti pentingnya profesionalisme dan empati dalam menjalankan peran sebagai mediator. Menurutnya, mediator yang baik harus mampu menggabungkan logika hukum dengan empati sosial.

“Mediator yang berhasil bukan hanya yang paham aturan, tetapi yang mampu membuat para pihak merasa aman, dihormati, dan mau berdialog. Di situlah keadilan yang sejati hadir,” tegas Dr. Mardi.

Sebagai Trainer TOT Mahkamah Agung RI, Dr. Mardi juga menekankan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penyelesaian sengketa yang efisien, adil, dan manusiawi di Indonesia.

Program Berkelanjutan Mencetak Mediator Mendunia

Pelatihan Mediasi Batch 144 merupakan bagian dari program berkelanjutan DSI dan IPPI yang secara konsisten melahirkan mediator profesional di berbagai bidang — mulai dari sektor publik, bisnis, hingga komunitas sosial.

Program ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi, etika, dan wawasan hukum para peserta agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. DSI menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan mediasi di kawasan Asia Tenggara melalui semangat #MediatorMendunia.

Membangun Keadilan yang Damai dan Beradab

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis mediasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keadilan restoratif dan etika hukum dalam kehidupan profesional mereka.

“Kami ingin hukum tidak hanya menegakkan keadilan formal, tetapi juga menumbuhkan rasa damai di hati masyarakat,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa DSI, IPPI, dan YPDSI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan hukum yang berintegritas, berwawasan, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Sumber: Dewan Sengketa Indonesia (DSI) & Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *