Bandung, CYBERNUSANTARA1.ID – Dalam rangka membentuk karakter, kepemimpinan, dan kreativitas peserta didik, SDN 220 Gumuruh menggelar kegiatan Persari (Perkemahan Satu Hari) dan Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu) pada 7–8 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh 198 peserta, terdiri dari 86 siswa Siaga dan 112 siswa Penggalang yang dibantu juga oleh kakak kakak penegak dari SMAN 7 dan SMAN 8.
Kepala SDN 220 Gumuruh, Meity Priharyati, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter sejak dini.

“Melalui kegiatan Pramuka, siswa belajar kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, serta cara berpikir kreatif untuk menyelesaikan masalah,” ujar Meity.
Kegiatan Edukatif dan Bermakna
Di bawah bimbingan pembina Pramuka Asep Nandang Purwadi dan Gita Miranti, kegiatan berlangsung dengan semangat tinggi dan disiplin.
Peserta Siaga mendapatkan materi menarik seperti Tanda Jejak, Sandi Sederhana, Tali Temali, dan Wawasan Kebangsaan, sedangkan Penggalang mendalami Sejarah Pramuka, Pramuka Pribadiku, Morse dan Semaphore, Pendirian Tenda, Pioneering, serta Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Mabigus, Pembina Gugus Depan, Ketua Kwarran Batununggal, serta DKR Batununggal, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pembinaan karakter siswa di tingkat sekolah dasar.

Latihan Kepemimpinan dan Kreativitas Sejak Dini
Menurut salah satu pembina, kegiatan Pramuka memiliki nilai strategis dalam membentuk dasar kepemimpinan dan kreativitas siswa.
“Anak-anak belajar untuk memimpin, bekerja sama, berpikir kritis, dan berani mengambil keputusan. Semua itu akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” jelasnya.
Gerakan Pramuka juga memberi ruang bagi pengembangan karakter positif seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Melalui berbagai kegiatan kreatif seperti seni, musik, hingga drama, siswa diajak mengekspresikan ide dan imajinasinya secara positif.

Kemping Ceria, Belajar dengan Gembira
Kegiatan “Kemping Ceria Pramuka Indonesia” di SDN 220 Gumuruh menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Mereka mengikuti berbagai kegiatan edukatif seperti api unggun, lomba-lomba, hingga kegiatan outdoor yang memperkuat daya tahan fisik dan mental.
Melalui kegiatan ini, peserta belajar arti kerja sama tim, percaya diri, serta menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai Sapta Dharma Pramuka agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter kuat dan kreatif,” tambah Meity.
Menanam Nilai, Menumbuhkan Generasi Berkarakter
Kegiatan Persari dan Perjusa 2025 di SDN 220 Gumuruh bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan pembelajaran hidup yang membentuk jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan solidaritas di kalangan siswa sejak usia dini.
Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” Gerakan Pramuka terus menjadi wadah pembinaan karakter bangsa yang relevan bagi generasi muda masa kini.
(Nasir)










