Pasien BPJS Diduga Mendapat Intimidasi Saat Berobat di RSUD Pringadi Medan

BERITA UTAMA16 Dilihat
banner 468x60

 

Medan Sumut, CYBERNUSNTARA1.ID — Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diduga tidak menjamin mendapatkan pelayanan memuaskan. Keluhan kerap terjadi pada pelayanan fasilitas kesehatan (faskes). Salah satunya seperti yang dialami seseorang pasien rujukan bernama Jumialdi, warga Kelurahan Denai , Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Jumialdi Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu mengeluhkan pelayanan RSUD Pringadi Medan, Pria 24 tahun tersebut tidak mendapat pegobatan setelah jadwal pengobatan dijadwalkan Dokter RSUD Prigadi tersebut Rabu (05/10).

Hal itu disampaikan Rinaldi, Kakak Kandung Pasien, kepada media Cybernusantara1.id Kamis (05/10). Dia kecewa karena Dokter spesialis kulit & kelamin telah menjadwalkan pengobatan, namun tidak dapat di obati dengan alasan Pasien BPJS.

Semestinya semua pasien BPJS Kesehatan berhak mendapatkan pengobatan dari rumah sakit rujukan tampa menunggu.

Dikatakan Renaldi, ”Nah, faktanya kami /Adik saya disuruh pulang dan datang kembali minggu depan,” ucap Naldi

Rinaldi menuturkan, adiknya pasien awalnya melakukan pengobatan dengan mengunakan surat rujukan faskes tingkat pertama, pasien di diagnosa penyakit Anogenital oleh Dokter Spesialis Kulit & Kelamin dari RSU Madani Medan 08/08/2023.

Penyakit adik saya harus ditangani dengan operasi untuk mengangkat penyakit yang dideritanya, namun karena keterbatasan alat medis di RS Madani Medan, adik saya di rujuk ke RSUD Pringadi Medan tepatnya ke Poli Urologi,” katanya.

Sambung nya,” Pada Senin 03/10/2023 adik saya pasien berkunjung ke Poli Urologi RSUD Pringadi Medan untuk mendapatkan penanganan sesuai rujukan dari RSU Madani Medan .Namun Dokter Poli Urologi kembali merujuk pasien ke Poli Kulit & Kelamin RSUD Pringadi Medan serta didampingi oleh perawat.

Kemudian, Pasien ditangani oleh Dokter Poli Kulit & Kelamin dan dituliskan resep untuk dapat dibelikan obat di apotek luar agar besok harinya kembali untuk dapat diobati. Selanjutnya atas petunjuk Dokter pasien pun membeli obat sesuai resep yang diberikan oleh Dokter.

Keesokan harinya, rabu 04/10/2023 sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Dokter pasien pun datang kembali untuk dapat diobati. Namun setelah pasien masuk ke ruangan Dokter dan memberikan resep yang diminta oleh Dokter, Dokter pun menanyakan,

kamu dari pasien BPJS ya..? ,

Pasien: Iyo dokter.!! ” saya kira kamu pasien umum.

kalo kamu pasien dari BPJS, jatahnya cuma 1×1 Minggu, jadi kamu datang minggu depan ya untuk diobati,” menirukan ucapan Dokter.

Mendengar hal tersebut pasien pun merasa kecewa, karena pasien tidak dapat dilakukan pengobatan dengan alasan pasien BPJS dan terpaksa harus pulang.

Kekecewaan yang dialami pasien terhadap layanan RSUD Pringadi Medan, Rinaldi menyampaikan aspirasi ke group BPJS Kesehatan rabu 03/10/2023.

Atas aspirasi tersebut sekira pukul 13:OO, Inal (26) dihubungi oleh RSUD Pringadi untuk datang esok hari agar pasien dapat dilakukan pengobatan.

Mendengar hal tersebut Inal (26) menyampaikan langsung kepada pasien agar esok hari dapat langsung berobat ke RSUD Pringadi, untuk dapat dioleskan resep obat tersebut.

Kronologi Diduga Oknum Dokter Spesialis Kulit & Kelamin RSUD Ancam Pasien BPJS PBI.

Keesokan harinya kamis 05/10/23 pasien pun mendatangi RSUD Pringadi untuk dapat diobati, namun sesampainya di rumah saki, langsung ke ruang pengobatan. Di ruangan, Dokter malah mengatakan kepada pasien, “kau yang melaporkan aku.. ya ?

Gara-gara kau aku jadi ada masalah, kau lihat aja nanti,” Menirukan Ucapan Dokter.

Atas ucapan Dokter tersebut pasien pun langsung di hantui ketakutan yang luar biasa, awalnya terbaring secara sepontan langsung bangkit dan ingin meninggalkan ruangan pengobatan namun dihalangi oleh suster dan mengatakan,

“kamu mau kemana..?,

Pasien : saya takut buk

Suster : sudah kamu tidur aja biar diobati jawab suster.

Setelah itu pasien terpaksa menuruti apa yang di pinta suster untuk diobati dengan cara dioleskan obat, walaupun dalam rasa ketakutan.

Tidak hanya itu pasien mengaku mendapatkan perlakuan ucapan tak pantas oleh Dokter, bahkan setelah diobati pasien merasakan reaksi kesakitan dan kepanasan yang luar biasa pada area yang diobati oleh Dokter tersebut.

Kemudian, Setelah keluar dari ruangan pengobatan dan dilihat oleh media terkamsnew.com yang kebetulan melihat pasien kesakitan dan wajahnya penuh rasa ketakutan saat keluar dari ruangan pengobatan.

Kemudian awak media bertanya, kenapa pak..? jawab pasien, sakit Pak.

Setelah di tanya oleh wartawan yang kebetulan berada di situ pasien mengatakan, “Tadi saya sebelum diobati oleh Dokter, Dokter mengatakan, “kau yang melaporkan aku ya ?, gara-gara kau aku jadi ada masalah, ketus Dokter, kau lihat aja nanti ancam nya, menirukan ucapan Dokter.

Dan setelah saya diobati Dokter, saya merasakan reaksi obat sakit dan panas ucap Pasien kepada wartawan.

Mendengar hal tersebut, kemudian awak media mencoba mengkonfirmasi apa yang disampaikan oleh pasien ke Dokter yang menangani pasien, namun Dokter enggan menjawab pertanyaan wartawan dan menghindar tidak memberikan jawaban kepada awak media.

Selanjutnya awak media mencoba mengklarifikasi ke Direktur RSUD Pringadi Medan melalui via whatsapp, namun sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban.

 

(Nov)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *