Warga Mengalami Muntah dan Pingsan Akibat Bau Busuk Dari Sumur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Peristiwa3 Dilihat
banner 468x60

 

Madina, Sumut, CYBERNUSANTARA1.ID – Delapan orang warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (16/9) malam di larikan ke rumah sakit setelah mengalami muntah dan pingsan di duga akibat menghirup bau busuk.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Madina AKBP HM Reza Chairul, saat di konfirmasi wartawan Sabtu (17/9), membenarkan kejadian tersebut.

Kuat dugaan mereka muntah dan pingsan akibat menghirup bau busuk yang berasal dari sumur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Sorik Merapi Geothermal Power (SMGP).

“Diduga adanya tercium bau busuk (seperti bau telur busuk) di lokasi Wellpad Tanggo (Wellpad T) PT SMGP, yang di sinyalir mengakibatkan warga setempat mengalami muntah-muntah dan pingsan,” ujar Kapolres

Kapolres Reza menjelaskan, akibat kondisi tersebut delapan orang warga Desa Sibanggor Julu, yang bermukim tidak jauh dari lokasi PT SMGP, harus di larikan ke rumah sakit di Panyabungan, Madina, guna mendapat penanganan dan perawatan.

“Delapan orang warga di bawa ke rumah sakit,” katanya.

Disebutkannya, bahwa hingga saat ini, empat orang di rawat di RSUD Panyabungan dan empat orang lagi di rawat di Rumah Sakit Permata Madina. Pihaknya masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, personel kepolisian setempat juga melakukan pengamanan dan penggalangan di sekitar lokasi kejadian.

“Hasil monitoring di lokasi Wellpad Tanggo PT SMGP, dalam keadaan aman dan kondusif. Namun warga Desa Sibanggor Julu masih berjaga-jaga di sekitar tempat kejadian perkara,” ujar Reza.

Kepala Desa Sibanggor Julu Awaluddin Nasution juga membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya warga setempat sempat mencium bau busuk yang menyebar di sekitar desa dan kemudian mengalami mual, muntah-muntah dan pingsan.

Sementara itu, Head of Corporate Communications PT SMGP Yani Siskartika mengatakan, saat kejadian itu pihaknya memang melakukan logging test di sumur T-11 (Wellpad Tanggo), untuk mengukur tekanan dan temperatur di sumur.

“Kondisi sumur tertutup, dan tidak ada aliran fluid sama sekali yang keluar dari sumur sepanjang logging di lakukan,” ujar Yani.

Ia juga memastikan bahwa kondisi pengukuran dari alat pendeteksi gas (fixed gas detector) menunjukkan tidak ada H2S atau nol, serta tidak ada satu pun alarm H2S yang aktif.

“Saat ini dapat di pastikan kondisi aman dan PT SMGP terus lakukan monitoring,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi delapan warga yang mendapat perawatan di rumah sakit, pihaknya hingga saat ini terus melakukan observasi atas keluhan yang di alami warga.

 

(Nov)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *