Peserta Diklatsarmil SPPI Meninggal Dunia, Kodam VI/Mulawarman Ungkap Penyebab Berdasarkan Hasil Medis

banner 468x60

BALIKPAPAN | CYBERNUSANTARA1.ID – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Salah seorang peserta, Anisa Muyassaroh, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kodam VI/Mulawarman melalui Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhumah. Pihak Kodam turut mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Kami keluarga besar Kodam VI/Mulawarman turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Kapendam VI/Mulawarman, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan hasil penanganan dan pemeriksaan medis, almarhumah mengalami heat stroke atau serangan panas berat yang menyebabkan gangguan serius pada fungsi organ tubuh. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi komplikasi sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan meski telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Kodam VI/Mulawarman menegaskan bahwa sebelum mengikuti Pendidikan Dasar Militer SPPI, seluruh peserta, termasuk almarhumah, telah menjalani rangkaian seleksi sesuai ketentuan, termasuk pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, almarhumah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan untuk mengikuti pendidikan.

Sejak insiden terjadi, Kodam VI/Mulawarman bersama Kementerian Pertahanan, panitia penyelenggara, serta tim kesehatan disebut langsung melakukan langkah cepat sesuai prosedur. Peserta segera memperoleh pertolongan pertama, dirujuk ke rumah sakit, dan mendapatkan perawatan intensif oleh tenaga medis.

Selain fokus pada penanganan medis, Kodam VI/Mulawarman bersama Kementerian Pertahanan juga memberikan pendampingan kepada keluarga almarhumah, mulai dari masa perawatan di rumah sakit, proses pemulangan jenazah, hingga penyerahan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko heat stroke, terutama dalam aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dan paparan cuaca panas. Penanganan yang cepat dan pengawasan kesehatan peserta menjadi faktor penting dalam setiap penyelenggaraan pendidikan maupun pelatihan lapangan.

Kodam VI/Mulawarman memastikan akan terus memberikan perhatian terhadap proses evaluasi dan pelaksanaan program pendidikan agar tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan seluruh peserta.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *