Seniman Bekasi Dalam Wadah (Pusaka) Perlu Perhatian Dari Pemerintah dan Para Anggota Dewan DPRD Bekasi

Ragam Berita57 Dilihat
banner 468x60

 

Cybernusantara1.id / Karawang – Dalam rangka menghimpun para seniman yang ada di Kabupaten Bekasi, perlu untuk membentuk wadah yang menaungi para seniman dalam berkreasi. Hal tersebut di sampaikan Ketua Pamong Budaya Seniman Artis Bekasi (PUSAKA) NR. Icang Rahardian, S.H., pada gelaran Pentas Rakyat Bekasi yang sekaligus Deklarasi PUSAKA.

Ketua Pusaka NR Icang Rahadian mengatakan, “Terbentuknya Pusaka ini berkaitan dengan pembahasan nasib pekerja musik yang sebagian besar masih membutuhkan uluran tangan. Terutama para senimannya yang sudah lanjut usia (Lansia) dengan kondisi ekonomi memprihatikan,” ucapnya

“Keberadaan wadah seniman Bekasi di harapkan dapat menjadi media untuk memajukan seni dan seniman khususnya kesejahteraan para seniman Bekasi,” kata Icang Rahadian, SH.

Dikatakannya, bahwa PUSAKA di harapkan menjadi wahana komunikasi dalam memajukan potensi seni/budaya yang ada di Bekasi yang telah lama di kenal sebagai “gudangnya” seni/budaya.

“Keberadaan para seniman bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi adalah modal besar yang harus di kelola dengan baik bagi kemajuan Bekasi. Oleh karena itu diperlukan media yang tepat untuk berkreasi sehingga karya seniman mendapat tempat di hati Rakyat Bekasi,” tuturnya.

“Dengan kreasi yang baik dari para seniman untuk menciptakan bagaimana seni mendapat tempat di hati Rakyat Bekasi,” kata NR. Icang Rahadian.

Masih kata Baba Icang sapaan akrab NR. Icang Rahadian, “Pusaka ini bersifat kekeluargaan, dengan landasan rasa cinta dan persatuan batin. “Karenanya, kami lebih terfokus pada nasib di antara anggota dan se-profesi, melakukan pembinaan serta meringankan beban,” tambahnya.

Sekalipun NR Icang Rahadian yang merupakan Ketua Umum IWO Indonesia, bukan bagian dari pekerja musik atau seniman, namun ia bertekad mendukung penuh serta memberikan semangat kepada para seniman Bekasi.

Icang juga peduli terhadap pekerja musik yang kondisi eknominya lemah, serta yang sudah Lansia. “Sekalipun di eranya dulu pernah berjaya, tapi setelah tua kodratnya berkata lain, tetap menjadi prioritas untuk di perhatikan,” katanya.

“Karena Pusaka bersifat kekeluargaan, maka dengan rasa cinta kami akan melakukan pembinaan, dan mengasihi mereka. Jika di perlukan, akan siap membantu permasalahan hak royalti yang selama ini masih belum jelas kontribusinya,” pungkasnya.

 

(HR. PRAMIKA)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *