Cybernusantara1.id,- Kab. Bandung: Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19,
Pemerintah Desa Cipedes Kecamatan Paseh Kab. Bandung Kolaborasi dengan TNI. Koramil 2403 Kodim 0624 Soreang, Polri dan Dinkes Kab. Bandung untuk
melaksanakan Gebyar Vaksinasi Masal 500 Dosis yang dilaksanakan di area SD Jatinunggal Desa Cipedes Kec. Paseh Kab. Bandung hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Cipedes Lani Rohendi Saat di temui awak media Sybernysantara1.id. Sabtu 20 Nopember 2021

Menurut Lani, Target Sasaran Vaksinasi di Desa Cipedes ada 9000 warga, sedangkan yang sudah di vaksin, kurang lebih ada 5000 warga yang sudah di vaksin, sementara pelaksanaan vaksinasi di Desa Cipedes itu sudah empat kali kita laksanakan yang bertempat di Kantor Desa Cipedes.tuturnya
Selanjutnya untuk melaksanakan Vaksinasi bagi warga yang belum di vaksin Pemerintah Desa Cipedes Kec. Paseh Kab. Bandung Kolaborasi Dengan TNI Koramil 2403 Kodim 0624 Soreang, Polri dan Dinkes untuk menyelenggarakan Vaksinasi degan cara jemput bola
Untuk tempat pelaksanaannya dibagi di empat titik atau di setiap Dusun, karena Desa Cipedes terbagi empat Dusun dengan tujuan untuk membantu mempermudah bagi warga yang mau di vaksin,
Lani pun, menegaskan bahwa Vaksinasi ini wajib semua warga harus di vaksin ini sesuai dengan anjuran presiden, dan saya sebagai Kepala Desa selalu menekankan kepada Kepala Dusun, RW, RT dan Para Kader PKK, untuk terus sosialisasi kepada warga masyarakat atas penting untuk segera di vaksin.

Ditempat yang sama, Kapten Infantri Toto Toha.S Kasiop. Kodim 0624 Kab. Bandung didamping Babinsa Desa Cipedes Serma Danny dan Babinkantibmas Aiptu Asep Suryatna.
“Toto menyampaikan Tujuan utama vaksinasi ini yang pertama adalah dalam rangka membantu program pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19,” dan untuk mempercepat terbentuknya Herd Immunity. ungkapnya.
Pelaksanaan vaksinasi kita lakukan kolaborasi dengan Dinkes Polri dan TNI, karena di Kabupaten Bandung yang mengeluarkan vaksin hanya tiga unsur yaitu Dinkes Polri dan TNI, kebetulan pelaksanaan saat ini menggunakan vaksin sinovac yang bersumber dari TNI.
Sementara pelaksanaan vaksinasi dilapangan kita selain kolaborasi TNI, Polri Dinkes juga kita kolaborasi dengan pemerintah Setempat mulai Kepala Desa Sampai RW dan RT, karena RW dan RT ini yang paling dekat dengan warga.

Diharapkan dalam pelaksanaan vaksinnasi sekarang ini kita sistemnya bukan lagi membuat vaksinasi sentral sentral dengan sifatnya sasaran besar, karena apa sekarang metoda yang kita laksanakan vaksinnasi itu dengan sistem jemput bola dalam artian ini Timnakes kita berangkat mendatangi ke pada salah satu titik di wilayah sasaran vaksin yang sudah dikumpulkan baru kita datang, dengan harapan dengan sistem seperti begini capaian target Vaksinasi di kabupaten Bandung itu semakin meningkat dan sesuai dengan harapan di bulan Desember 2021 itu tercapai dengan terget 81% harapannya
Sementara yang menjadi hambatan dan kendala terutama bagi warga yang berada di pedesaan yang jauh dari prerkotaan, kendalanya adalah mayoritas sasaran vaksin yang pertama adalah lansia, penduduk yang mata pencaharian bertani dia berprinsif masih tertanam bahwa bahwa Vaksinasi ini hanya digunakan untuk berpergian saja, jadi mereka berpilih mending kesawah, jelasnya
Jadi itu lebih baik kita ikuti keinginan daripada masyarakat kita mendatangi tempat-tempat mana desa tersebut dan waktunya pun kita sesuaikan jangan sampai mengganggu aktivitas mereka, kalau tidak bisa dilaksanakan di pagi hari sore pun tidak masalah tetap kita akan layani, jelasnya
Untuk memperlancar pelaksanaan vaksinasi pemerintahan setempat dalam artian ini sebagai kepala Desa, RW, RT yang lebih dekat dengan masyarakat jangan bosan bosan menghimbau warganya untuk segera divaksin,
Himbauan bagi masyarakat jangan berpikir bahwa di vaksin itu hanya untuk digunakan berpergian saja, itu adalah salah, tetapi di vaksin ini adalah untuk mempercepat terbentuknya Herd Immunity dan memutus matarantai penyebaran covid-19 dan walau sudah di vaksin tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan. pungkasnya
Red: (OS)
















