BANDUNG | CYBERNUSANTARA1.ID — Monumen Perjuangan Jawa Barat menjadi saksi penguatan komitmen kebangsaan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat. Apel Kebangsaan Jawa Barat digelar di kawasan Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Jumat (14/8/2026), sebagai momentum memperkokoh sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah Jawa Barat, di antaranya Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, serta Pangdam III/Siliwangi yang pada kesempatan tersebut diwakili Kasdam III/Siliwangi selaku pimpinan apel.
Rangkaian apel diawali dengan masuknya komandan apel ke lapangan, kemudian dilanjutkan dengan penghormatan dan laporan komandan apel kepada pimpinan apel.
Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, peserta bersama perwakilan mengikuti pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Kebangsaan sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Pernyataan kebangsaan dari pimpinan apel kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Rangkaian tersebut menjadi simbol bahwa komitmen menjaga Jawa Barat bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan bahwa Deklarasi Kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Deklarasi Kebangsaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen nyata seluruh elemen di Jawa Barat. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas serta keamanan di Jawa Barat,” ujar Pipit.
Menurutnya, soliditas antarlembaga dan kebersamaan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai dinamika yang berpotensi mengganggu keamanan dan keharmonisan di wilayah Jawa Barat.
Warung Aspirasi dan Patroli Kota Diluncurkan
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Warung Aspirasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat.
Selain itu, dilakukan pula pelepasan atau flag off Patroli Kota yang diarahkan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama para pimpinan dan peserta apel dengan latar belakang lambang Garuda dan Gedung Sate dari kawasan Monumen Perjuangan.
Salam kebangsaan pun menggema sebagai penutup kegiatan:
“Salam Presisi, Salam Jawara, Jabar Istimewa.”
Momentum tersebut sekaligus menegaskan pesan bahwa menjaga Jawa Barat tetap aman, damai, dan kondusif membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, serta seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat
















