Mahasiswa Tak Perlu Bayar Kuliah di Awal? Sistem Gratispol di STIEPAN Balikpapan Jadi Sorotan

Pendidikan68 Dilihat
banner 468x60

Balikpapan | CYBERNUSANTARA1.ID – Program pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sebuah fakta menarik terungkap dalam kunjungan silaturahmi Ikatan Wartawan Online Kalimantan Timur (IWO Kaltim) ke STIEPAN Balikpapan.

Bukan sekadar bantuan biaya pendidikan biasa, kampus ini ternyata menerapkan sistem yang membuat mahasiswa tidak perlu mengeluarkan uang kuliah sama sekali sejak awal perkuliahan dimulai.

Kunjungan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi tersebut membahas pelaksanaan Program Gratispol yang kini dirasakan langsung manfaatnya oleh ratusan mahasiswa di lingkungan kampus.

Baca Juga Berita Ini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡:

Dalam sesi dialog bersama rombongan IWO Kaltim, Kepala Bagian Kemahasiswaan STIEPAN Balikpapan, Candra menjelaskan bahwa dana bantuan pendidikan Gratispol telah resmi diterima pihak kampus melalui dua tahap pencairan pada semester genap tahun ini.

β€œSecara keseluruhan ada 609 mahasiswa yang menjadi penerima manfaat program ini,” jelasnya.

Namun yang paling menarik perhatian adalah mekanisme yang diterapkan pihak kampus. Berbeda dengan sejumlah perguruan tinggi lain yang mewajibkan mahasiswa membayar terlebih dahulu sebelum dilakukan pengembalian dana, STIEPAN justru memilih sistem talangan penuh.

Mahasiswa yang sudah terdaftar resmi dalam sistem Gratispol disebut tidak akan menerima tagihan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sejak awal.

β€œKami menalangi seluruh biaya kuliah mahasiswa. Jadi mereka tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun di awal. Dana dari Pemprov Kaltim nantinya langsung kami akui sebagai pelunasan kewajiban mahasiswa,” ujar Candra.

Baca Juga Berita Ini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡:

Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Pihak kampus bahkan telah menyiapkan bimbingan teknis khusus sebelum perkuliahan dimulai agar mahasiswa memahami proses pendaftaran hingga persyaratan administrasi program.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STIEPAN Balikpapan, Fitrahnanda Ayubadiah menyebut program ini membawa dampak besar, baik bagi mahasiswa maupun operasional kampus.

Mahasiswa kini disebut lebih tenang dan fokus menjalani pendidikan tanpa terus dibayangi persoalan biaya kuliah. Di sisi lain, pencairan dana yang lebih cepat dibanding tahun sebelumnya membuat stabilitas keuangan kampus tetap terjaga.

β€œSekarang prosesnya jauh lebih cepat sehingga kegiatan pendidikan berjalan lancar,” ungkapnya.

Program Gratispol sendiri disebut telah berjalan sejak 2025 dan terus memberikan manfaat luas bagi mahasiswa di Kalimantan Timur. Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa penerima bantuan tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, termasuk domisili dan batas usia tertentu.

Pihak kampus berharap program unggulan tersebut dapat terus dipertahankan karena dianggap menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan pendidikan generasi muda.

Pertemuan antara IWO Kaltim dan pihak kampus ini juga menjadi langkah penting dalam memastikan informasi yang beredar di masyarakat benar-benar akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, khususnya terkait program bantuan pendidikan yang kini menjadi harapan banyak keluarga di Kalimantan Timur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *