Aceh Barat, CYBERNUSANTARA1.ID — Upaya pemulihan psikologis masyarakat pascabencana banjir terus dilakukan di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Salah satunya melalui kegiatan Trauma Healing yang menghadirkan Ners Rody, seorang perawat sekaligus motivator, sebagai narasumber utama.
Kegiatan trauma healing ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Ibu dan diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Barat. Acara berlangsung di pekarangan Masjid Desa Jambak dan diikuti oleh sekitar 70 peserta, yang sebagian besar merupakan warga terdampak banjir.

Dalam pemaparannya, Ners Rody menjelaskan bahwa trauma healing merupakan kebutuhan penting bagi korban bencana, khususnya bagi mereka yang masih menyimpan rasa takut, cemas, dan tekanan psikologis pascakejadian. Menurutnya, pada korban bencana banjir, layanan trauma healing lebih difokuskan pada terapi psikososial, yang bertujuan membantu masyarakat agar mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
“Trauma healing membantu korban agar tidak terus-menerus terjebak dalam rasa takut dan kesedihan. Dengan pendampingan yang tepat, mereka bisa kembali menjalani kehidupan sebagaimana sebelum bencana terjadi,” ujar Ners Rody.
Ia menambahkan, warga yang mengalami bencana kerap dihantui kecemasan berlebihan, terutama saat hujan turun atau tanda-tanda bencana serupa muncul kembali. Kondisi ini, jika tidak ditangani, dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kegiatan trauma healing, peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas positif dan menyenangkan sebagai bagian dari proses pemulihan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengalihkan pikiran negatif, meredakan trauma, serta menumbuhkan kembali semangat dan harapan hidup.
“Peran trauma healing bukan hanya menyembuhkan luka batin, tetapi juga menguatkan mental masyarakat agar mampu mengambil hikmah dari musibah dan tidak larut dalam kesedihan,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Jambak. Mereka berharap program serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari rehabilitasi pascabencana, guna menciptakan masyarakat yang tangguh secara mental dan emosional.
Arlisman/CN1










