“Tidak usah berpikir 6 ribu anggota FRN punya tiktok, 60 Akun Tiktok saja sudah lumayan mengangkat berita Polri, dan saya yakin nama Polri semakin bagus,” tegasnya.
Di pelataran Mesjid Korlantas Polri, agus mengatakan pula, jika menjadi anggota FRN, Syarat Utama menulis Berita Polisi.
“Kalau ada oknum anggota FRN tidak senang dengan Oknum Polisi, itu saya anggap urusan pribadi, akan tetapi tugas utama membuat dan menayangkan berita Polisi harus dijalankan,” teganya.
Lanjut agus, dirinya saja menemukan banyaknya arogan Polisi, bukan berarti menulis harus berhenti, akan tetapi lebih memacu ditingkatkan Berita Polisi.
“Urusan Oknum Polisi, itu urusan Tuhan dan Kapolrinya menegur. Urusan kita hanya menulis Berita Polisi, sesuai ADRT FRN,” lanjutnya.
(Red)










