Car Free Day Terpadu Balikpapan Jadi Panggung Budaya, Rahmad Mas’ud Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Kalimantan

Ragam Berita7 Dilihat
banner 468x60

BALIKPAPAN | CYBERNUSANTARA1.ID – Peresmian Car Free Day (CFD) Terpadu di Kota Balikpapan tak hanya menjadi momentum menghidupkan ruang publik dan mendorong gaya hidup sehat masyarakat. Kegiatan tersebut juga berlangsung semarak dengan nuansa budaya lokal yang kental.

Di sela rangkaian acara, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud tampil mengenakan pakaian adat lengkap dengan berbagai ornamen khas suku asli Kalimantan. Hiasan bulu, ukiran, serta ragam aksesori tradisional yang dikenakannya menjadi simbol penghormatan terhadap kekayaan budaya daerah.

Rahmad Mas’ud hadir bersama sang istri, Hj. Nurlena Mas’ud, dan berfoto bersama para penampil seni budaya yang turut memeriahkan kegiatan.

Nurlena Mas’ud tampil anggun dengan busana yang sopan dan nyaman, berpadu dengan atmosfer kebudayaan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Di sekitar mereka, anak-anak dan para seniman tampil dengan beragam kostum adat penuh warna.

Mulai dari busana upacara adat, pakaian khas masyarakat Dayak, hingga kreasi busana yang terinspirasi dari kekayaan alam Kalimantan, seluruhnya menyuguhkan panorama budaya yang menarik perhatian masyarakat.

CFD Tak Sekadar Olahraga

Kehadiran berbagai pertunjukan budaya dalam CFD Terpadu memperlihatkan bahwa ruang publik dapat dikembangkan tidak hanya sebagai sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga sebagai media edukasi serta promosi kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad Mas’ud memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan seni dan budaya lokal di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya asli Kalimantan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Momentum CFD dinilai menjadi ruang yang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Balikpapan dan Kalimantan kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

Budaya, kata dia, tidak boleh sekadar menjadi peninggalan masa lalu. Sebaliknya, nilai-nilai budaya harus terus dikenalkan, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Generasi Muda Jadi Garda Terdepan

Keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam pertunjukan budaya menjadi salah satu pemandangan menarik dalam kegiatan tersebut.

Melalui keterlibatan langsung, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal berbagai bentuk pakaian adat, seni pertunjukan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan masyarakat Kalimantan.

Semangat tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan Kota Balikpapan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan Timur.

Kemajuan kota, pembangunan infrastruktur, serta modernisasi kehidupan masyarakat diharapkan tetap berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya.

Suasana kebersamaan antara pemerintah daerah, seniman, anak-anak, dan masyarakat dalam kegiatan CFD pun mendapat sambutan positif dari warga.

Bagi masyarakat yang hadir, perpaduan antara aktivitas olahraga, rekreasi, dan pertunjukan budaya menjadi pengalaman tersendiri. Ruang publik pun terasa lebih hidup sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

CFD Terpadu Balikpapan akhirnya bukan sekadar tentang jalanan yang bebas kendaraan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi panggung kebersamaan—tempat masyarakat bergerak sehat, bersilaturahmi, sekaligus mengenal dan merawat kekayaan budaya Kalimantan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *