JAKORNAS KALTIM SERUKAN KEMERDEKAAN KE-81 JADI MOMENTUM PERKUAT INTEGRITAS DAN PERANGI KORUPSI

Ragam Berita22 Dilihat
banner 468x60

BALIKPAPAN | CYBERNUSANTARA1.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jaringan Anti Korupsi Nasional (Jakornas) Provinsi Kalimantan Timur, Saiful Bachri (Andre), menyampaikan pernyataan sikap untuk mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat integritas, kepatuhan terhadap hukum, serta komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan di Balikpapan, 17 Agustus 2026, sebagai refleksi atas makna kemerdekaan sekaligus bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremonial

Saiful menegaskan bahwa kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan jiwa, raga dan harta para pendahulu bangsa tidak semata-mata berarti terbebas dari penjajahan asing.

Menurutnya, kemerdekaan merupakan amanah untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan keadilan, kejujuran, keterbukaan, serta kepatuhan terhadap hukum dan norma kesusilaan.

“Peringatan kemerdekaan ke-81 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk meninjau kembali perjalanan bangsa dan sejauh mana cita-cita kemerdekaan telah diwujudkan,” demikian pokok sikap Jakornas Kaltim.

Korupsi Jadi Ancaman di Era Modern

Jakornas Kaltim menilai tantangan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan bangsa saat ini tidak lagi hanya berupa ancaman fisik dari pihak asing. Penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, serta pelanggaran prinsip keadilan dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah juga dinilai menjadi ancaman serius.

Tindak pidana korupsi, menurut Jakornas Kaltim, tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi merampas hak masyarakat atas kesejahteraan, merusak demokrasi, menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga negara, serta menghambat pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Karena itu, Jakornas Kaltim mengajak seluruh penyelenggara negara, lembaga legislatif, aparat penegak hukum dan masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan memperkuat gerakan antikorupsi.

Empat Poin Sikap Jakornas Kaltim

Dalam pernyataannya, Jakornas Kaltim menyampaikan sejumlah poin penting.

Pertama, seluruh elemen penyelenggara negara diminta menjadikan kemerdekaan sebagai landasan dalam menjalankan kewajiban secara bertanggung jawab dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat merugikan keuangan maupun perekonomian negara.

Kedua, penyelenggara negara diingatkan agar menjalankan kewenangan publik secara objektif, transparan dan akuntabel tanpa menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun golongan.

Jakornas menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara dan daerah merupakan amanah rakyat yang harus dikelola berdasarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, pemberantasan korupsi harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat memiliki hak untuk melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, sementara penyelenggara negara wajib membuka ruang partisipasi publik dalam pengelolaan kepentingan umum.

Keempat, Jakornas Kaltim mendorong penguatan komitmen untuk mewujudkan Kalimantan Timur sebagai daerah yang berintegritas, adil dan makmur.

Hal tersebut dinilai semakin penting mengingat posisi strategis Kalimantan Timur dalam perjalanan pembangunan nasional, termasuk dalam konteks perpindahan Ibu Kota Negara yang membutuhkan standar tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Jadikan Kemerdekaan Momentum Perubahan

Saiful mengajak seluruh masyarakat dan penyelenggara negara menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai titik balik untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan serta memperkuat budaya integritas.

“Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Kejujuran dan integritas harus menjadi budaya utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Ia berharap seluruh elemen bangsa dapat terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus mewujudkan cita-cita kemerdekaan berupa kehidupan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *