Bandung, CYBERNUSANTARA1.ID – Puluhan media yang bekerja sama dengan MENPORA RI sejak bulan Juni 2023 lalu hingga kini di duga belum mendapatkan hak pembayaran publikasinya.
Hal itu mencuat setelah awak media mempertanyakan kepada Saudara F dari Media MPTV salah satu penghubung yang bisa berkomunikasi dengan orang yang mengaku Kabiro Kemenpora di Menpora RI yang saat ini di pimpin oleh Dito Ariotedjo.
Saat awak media mempertanyakan kepada F ia menyampaikan melalui pesan singkat WhatsApp bahwa Kabiro Kemenpora telah memberikan berbagai jawaban.
“Insya Allah ntar sore atau mlm saya kabarin” [26/7 12.16]
“Punten kang saya blm ktmu bendahara nya” [27/7 10.54]
“Mobil saya mau saya jual katanya bendahara semlm ga usah tunggu aja sebentar lagi nnti dikabarin” [27/7 10.54]
“Maav kang semlm ketemu katanya masih nunggu kang bahasa nya bendahara dia lg coba keatas biar segera cair karena media yg lain juga pads nanyain jawaban nya masih ttp sama kang 🙏🏻🙏🏻🙏🏻” [2/8 11.26]
“Ini bendahara, org perencanaan dan bagian keuangan juga pada ngeluh kang dengan PPK yg baru ini (kepala biro yg skrg) jangan kan saya bendahara nya juga pusing kang punten kang saya update terus ke ente kang perkembangan nya saya jg udh pusing bgt ini media lain jg pada teriak cuma ttp saya kasih pengertian kaya gini kang 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻” [14/8 11.05]
“Ane mau jual mobil katanya bendaharanya nnti aja september jadi ane coba cari pinjaman ke rekanan ane kang untuk bayar media lama yg blm terbayarkan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻” [14/8 11.05]
“Kalo yg kekurangan pasti cair kang cuma masih dibintang termasuk 5 media kita yg utama untuk 5 media yg utama keep dulu kang karena masih blm ada kepastian kpn bintangnya di buka itu makanya saya ga berani minta artikel karena masih dibintang insya Allah selasa kang mdh2an ga meleset ane lgi cari pinjaman dulu untuk media lama yg blm terbayarkan. mohon maav kang ink diluar dugaan kita semua sejak ppk nya diganti🙏🏻🙏🏻🙏🏻” [4/10 21.16]
Demikian jawaban dari pihak yang mengaku dari Kemenpora kepada Sdr F yang dishare kan kepada media cybernusantara1.id
Menurut pimpinan redaksi media cybernusantara1.id, sebanyak +- 60 berita ditayangkan oleh setiap media dengan bayaran 1 juta. Pembayaran dengan jumlah tersebut menurutnya sangat kecil, namun mengingat media merupakan salah satu sarana dalam menyampaikan informasi positif kepada publik maka hal itu tidak di persoalkan nya.
“Setelah beberapa bulan berjalan, berita dari kemenpora sebanyak +- 60 berita yang diterbitkan oleh rekan rekan media sempat di bayar masing masing sebesar 1 juta per/media, namun berita terakhir yang terbit di bulan Juni 2023 sebanyak+- 60 berita tidak kunjung dibayarkan,” katanya.
“Sebetulnya, jika berbicara tentang anggaran hal ini tentunya menjadi pertanyaan, apakah benar Kemenpora hanya membayar 1 juta/60 berita?,” tanyanya.
“Dalam masalah ini, saya sudah sampaikan kepada Sdr. F agar saya bisa melakukan konfirmasi kepada orang yang bersangkutan, namun hingga berita ini di tayangkan media Cybernusantara1.id belum mendapat nomor kontak pihak terkait untuk memberikan hak jawab,” ucapnya.
“Sebelum berita ditayangkan Sdr. F sempat melarang agar berita tidak di tayangkan, “jangan bro.. kasian tmn sy nyaa.. kan kita macet cuma 1x aja.. sebelumnya kita semua dpt makan dari mrk jugaa,” kata F dalam pesan singkat WhatsApp.
Sebetulnya, lanjut Teddy, “Dengan terbitnya berita ini rekan rekan media lain entah apakah terwakili atau tidak, yang jelas inilah saya alami,” pungkasnya
Hingga berita ini diturunkan media cybernusantara1.id belum bisa berkomunikasi dengan pihak yang terlibat lainnya untuk mendapatkan jawaban, dan diduga puluhan media lainnya mengalami penunggakan pembayaran publikasi dari Kemenpora RI.
(Red)










