Sabela Gayo Berziarah ke Makam Meurah Silu – Sultan Al-Malik Ash-Shalih / Sultan Malikussaleh

BERITA UTAMA4 Dilihat
banner 468x60

 

Aceh, CYBERNUSANTARA1.ID – Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., yang di ketahui merupakan Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI) saat ini mengabarkan keberadaannya yang tiba di Provinsi Aceh.

Seperti yang sudah di ketahui, saat ini Dewan Sengketa Indonesia (DSI) kian sukses di Indonesia hingga hadir di berbagai Negara dengan menghadirkan para ahli profesi Mediator, Ajudikator, Arbiter dan Konsiliator.

Hal menarik lainnya, ternyata sosok yang di kenal ramah ini memiliki kepedulian akan sejarah. Hal itu di ketahui awak media dalam postingan Instagramnya yang sedang berziarah di Makam Meurah Silu – Sultan Al-Malik Ash-Shalih / Sultan Malikussaleh, Minggu 17 September 2023.

Saat di hubungi, Sabela Gayo membenarkan bahwa dirinya telah berziarah ke Makam Meurah Silu – Sultan Al-Malik Ash-Shalih / Sultan Malikussaleh pada hari Sabtu 16 September 2023.

Ia juga menceritakan tentang sosok yang menjadi kebanggaan di tanah Aceh ini, di mana beliau merupakan Sultan pertama Kesultanan Samudera Pasai pada tahun tahun 1267.

“Menurut sejarah, Sultan Malikussaleh satu-satunya raja yang bisa membaca Al-quran pada abad 13. Beliau bernama Meurah Silu akhirnya yang bergelar Malikkussaleh yang artinya Malik yang saleh,” terangnya.

“Sultan Malikussaleh adalah salah seorang keturunan kerajaan itu yang menaklukkan beberapa kerajaan kecil dan mendirikan Kerajaan Samudera pada tahun 1270 Masehi. Makam Abdullah ibnu Muhammad ibnu Abdul Kadir Ia menikah dengan Ganggang Sari, seorang putri dari kerajaan Islam Peureulak,” kata Sabela Gayo.

“Menurut sejarah, Meurah Silu atau Sultan Malikussaleh adalah pendiri Kesultanan Samudera Pasai. Kesultanan Samudera Pasai sendiri adalah kerajaan Islam pertama yang berdiri di Nusantara di pada abad ke-13,” ujarnya.

Sebagai generasi muda, lanjutnya, “Kita tentu harus mengetahui sejarah karena di balik kisah para tokoh ini banyak hal luar biasa yang patut kita contoh, mulai dari perjuangan, kedisiplinan, hingga menorehkan prestasi dan di kenang dan menjadi kebanggaan kita hingga kini. Oleh karenanya generasi muda jangan melupakan sejarah,” ucapnya.

“Di sisi lain, berkaca dari kepemimpinan beliau, semoga semangat itu dapat di tiru oleh Dewan Sengketa Indonesia (DSI) dalam membangun Kultur Mediasi di Indonesia,” tandasnya.

 

(Sumber : Sabela Gayo)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *