Deiyai, CYBERNUSANTARA1.ID — Pengamanan dari Polres Deiyai melalui Polsek Tigi dalam pertemuan Masyarakat Kab. Deiya terkait pertikaian antara suku DANI dan suku MEE bertempat di lapangan Thomas Adii, Selasa (06/06/2023) sekira pukul 10.00 Wit.
Pertemuan Masyarakat Kab. Deiyai dalam rangka membahas pernyataan sikap terkait Pasca pertikaian antara suku DANI dan suku MEE yang terjadi di daerah Topo Kab. Nabire sehingga mengakibatkan adanya korban.
Pertemuan dengan kepala suku besar Kab. Deiyai Frans Mote membahas terkait Pasca pertikaian antara Suku Dani dan Suku MEE di ikuti oleh sekelompok masyarakat sebanyak 70 orang.
Pada pertemuan tersebut Kepala Suku besar Kab. Deiyai Frans Mote menyampaikan, “Pertemuan ini untuk membahas tentang pernyataan sikap masyarakat Kab. Deiyai atas kejadian pada hari kemarin di daerah Topo Kab. Nabire antara Suku Dani dan Suku Mee yang mengakibatkan adanya korban,” katanya.
“Menurut info yang kami dengar, bahwa masyarakat dari Kab. Pania dan juga Kab. Dogiyai sama-sama akan turun ke Nabire untuk mengikuti perkembangan penyelesaian masalah tersebut,” tutur kepala Suku.
“Saat ini, wilayah adat masing-masing sudah di bagi menjadi 7 wilayah adat termasuk wilayah adat Lapago dan juga Meepago sehingga kami minta supaya masyarakat Suku Dani jangan ingin berkuasa di wilayah Suku Mee,” ujarnya.
“Selain itu, kami minta supaya pemerintah Kab. Deiyai memperhatikan penyelesaian masalah ini supaya jangan berlarut-larut dan tidak menimbulkan dendam antar kedua suku,” harap kepada suku.
Sementara itu, Kapolsek Tigi Iptu S.P Sahetapy, S.H menyampaikan, “Menyikapi kejadian yang telah terjadi di daerah Topo Kab. Nabire saya menghimbau kepada masyarakat mari kita saling menjaga keamanan di daerah kita,” himbaunya.
Selain itu, Kapolres Deiyai Kompol I Made Suartika, S .IP, menyampaikan bahwa saat ini sudah berkomunikasi dengan Bupati Deiyai, Agar Bupati Deiyai juga memberikan himbauan kepada Masyarakat Deiyai agar jangan terpancing dengan masalah yang terjadi di Nabire, juga memberi masukan kepada Masyarakat agar jangan mengambil tindakan yang bisa memperkeruh situasi.
Selanjutnya Bupati Deiyai menghubungi sekda Deiyai, mewakili pemerintah untuk menyampaikan hal tersebut kepada Masyarakat Deiyai yang hendak turun ke Nabire.
Kapolres Deiyai, juga menyampaikan kepada kepala suku besar Frans mote agar kepala suku bisa menenangkan masyarakatnya.
“Saya juga akan menghubungi kapolres Nabire, apabila sudah ada penyelesaian adat, hukum atau lainnya,” ucapnya.
Tepatnya pada Pukul 10.55 wit Massa berangsur-angsur membubarkan diri, situasi aman kondusif dan anggota Polres Deiyai tetap melaksanakan patroli, mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin akan timbul.
(Nov)










