Yang Mulia Radya Anom Karaton Sumedang Larang Ungkap MAHKOTA BINOKASIH Yang Merupakan Keistimewaan dan Kebanggaan Tatar Sunda

banner 468x60

 

Kab. Sumedang, CYBERNUSANTARA1.ID – Usai menyambut dan menerima para tamu yang datang bersilaturahmi sekaligus melaksanakan acara anniversary Scooter Owners Group (SOG) yang ke-25 di Keraton Sumedang Larang, awak media menemui Yang Mulia Radya Anom Karaton Sumedang Larang (KSL) R. Lucky Djauhari Soemawilaga untuk meminta keterangan.

Saat di konfirmasi, Yang Mulia Radya Anom Karaton Sumedang Larang (KSL) R. Lucky Djauhari Soemawilaga membenarkan bahwa Karaton Sumedang Larang telah menerima kehadiran Komunitas Scooter Owners Group (SOG) dalam rangka perayaan anniversary sekaligus silaturahmi di Karaton sebagai bentuk Komunitas yang peduli terhadap nilai – nilai budaya.

“Tadi sudah terlaksana yaitu kerjasama antara Karaton bersama komunitas yang mengadakan acara anniversary ke-25 di Kabupaten Sumedang, di mana hadir juga tamu dari Negara Singapore dengan tema Hayu Ka Sumedang Puser Budaya Sunda bertujuan pelestarian pengembangan budaya agar lebih di kenal dalam kehidupan sehari-hari baik oleh masyarakat juga para komunitas,” terang Yang Mulia Radya Anom Karaton Sumedang Larang (KSL) R. Lucky Djauhari Soemawilaga di Keraton, Sabtu (27/05/2023).

“Dalam hal ini, kami pihak Karaton tentu membuka pintu selebar-lebarnya baik untuk masyarakat atau para komunitas yang ingin bersilaturahmi berkunjung di Karaton Sumedang Larang ke Museum. Kita membuka diri, karena bagaimanapun juga Karaton memiliki fungsi sebagai pusat pengembangan sosial budaya,” ucapnya.

“Keberadaan Karaton yang menjadi pusat Informasi dan edukasi sejarah ini tentu akan berkolaborasi, bersinergi dengan semua stakeholder sebagai bagian dari langkah-langkah konkret kami dalam membangun sebuah kesadaran akan budaya agar bisa lebih eksis di tengah masyarakat. Sehingga, dengan mengenal sejarah maka akan tumbuh rasa cinta dan bangga untuk ikut melestarikan dan mengembangkan budaya hingga ideologi ekonomi berbasis kebudayaan baik sosial pertahanan dan ketahanan,” paparnya.

Dengan terbukanya akses bagi semua kalangan untuk mengunjungi Keraton dalam hal ini museum-museum yang di dalamnya terdapat koleksi peninggalan budaya, maka di harapkan dapat menjadi materi untuk pembelajaran bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah.

“Hingga saat ini, kami selalu menggaungkan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia bahwa dari ke – 7 (tujuh) negara se-Asia Tenggara, Indonesia memiliki sebuah keistimewaan dan kebanggaan yaitu MAHKOTA BINOKASIH yang terbuat dari emas terberat dan tertua. Jadi, rakyat Indonesia harus berbangga kepada Sumedang, ini lah yang harus terus di sosialisasikan kepada rakyat Indonesia dan dunia,” tuturnya.

“Negara dan rakyat Indonesia harus mengetahui dan merasa bangga bahwa Karaton Sumedang Larang satu-satunya kerajaan Nusantara yang mempunyai benda-benda pusaka mulai dari raja – raja terdahulu hingga kini yang mempunyai pusakanya masing-masing,” ucap Yang Mulia Radya Anom.

Tidak hanya MAHKOTA BINOKASIH, pusaka-pusaka, adegan-adegan (bangunan – bangunan) yang memiliki nilai sejarah masih terjaga hingga saat ini.

“Harapan kami adalah tidak hanya sebatas eksistensi Keraton, tapi yang lebih penting adalah bagaimana Keraton itu menjalankan peran fungsinya sebagaimana di atur dalam peraturan negara Kemendagri No 39 tahun 2007 yaitu “Pedoman Fasilitasi Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan, Keraton, dan Lembaga Adat Dalam Pelestarian Pengembangan Budaya Daerah” tetapi juga memiliki fungsi sebagai pembangun karakter,” ujarnya.

Cara menjalankan fungsi ini tentu kita akan terus berkolaborasi dengan semua stakeholder, elemen-elemen masyarakat, lembaga dan komunitas. Salah satunya seperti yang hari ini di laksanakan yaitu memperkenalkan budaya sunda yang sesungguhnya dengan melihat langsung keberadaan MAHKOTA RAJA SUNDA,” ucapnya.

“Keberadaan mahkota ini sebenarnya menjadi kekuatan Sunda karena terdapat nilai – nilai sejarah dan ideologi sehingga melahirkan sebuah kebijakan makna dari MAHKOTA BINOKASIH yaitu membina kasih sayang, inilah yang melahirkan sebuah peradaban yang mencakup Aspek kehidupan, ketahanan dan pertahanan, keadilan, kebijaksanaan yang menghasilkan sebuah sikap gotong-royong dan toleransi,” tuturnya.

Oleh karenanya, generasi muda harus lebih meningkatkan lagi belajar sejarah yang tentunya akan menemukan sebuah kebudayaan. Dan kalau kita mengkaji lebih dalam, maka akan menemukan harta karun yaitu esensi yang bermakna untuk kehidupan bernegara, bermartabat, berdaulat serta jati diri.

“Jadi, tidak hanya terpuaskan terhadap kebesaran sejarah atau tokoh-tokoh besar masa lalu saja, artinya tidak berhenti sampai di situ tapi kita harus menjadi pelaku sejarah hingga saat ini dan di masa yang akan datang untuk melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah di wariskan oleh sepuh-sepuh kita yang bermuara sumberdayanya dari mahkota kerajaan Sunda BINOKASIH,” tandasnya.

 

(Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *