Yapen, CYBERNUSANTARA1.ID — Menindak lanjuti hasil pertemuan Jum’at Curhat beberapa waktu lalu terkait keluhan TPA dan pengembangan lokasi wisata Sarawandori, Polres Kepulauan Yapen melalui Sat Binmas kembali melaksanakan Jum’at Curhat bersama masyarakat Kampung Sarawandori dengan melibatkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Bidang Lingkungan Hidup di lokasi wisata Karopai Kampung Sarawandori Distrik Kosiwo, Jum’at (24/3/2023).
Hadir dalam Jum’at Curhat, mewakili Kapolres Kepulauan Yapen di wakili oleh Kabag Ops Polres Kepulauan Yapen, beberapa PJU Polres Kepulauan Yapen, Kepala Kampung Sarawandori, Kepala Kampung Sarawandori II, pengelola tempat wisata Karoai serta masyarakat.
Dalam arahan Kabag Ops Kompol Lintong Simanjuntak mengatakan, “Tempat ini sangat indah dan berpotensi sebagai tempat wisata, semoga dengan kehadiran Kepala Dinas Pariwisata saat ini dapat menjawab pertanyaan dan keinginan masyarakat di sekitar lokasi ini juga pada keluhan masyarakat terkait dampak dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah,” ujarnya.
“Ekologi untuk ekowisata tentunya tidak terlepas dari visual dan tata ruang juga kebersihan, dalam hal ini kami juga sudah mengajak kepala dinas terkait untuk menjawab curahan hati masyarakat demi terjaganya kesehatan dan majunya wisatawan di sarawandori yang selama ini selalu di keluhkan dengan adanya TPA di sekitar pemukiman,” katanya sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Sementara itu, Kepala Desa Sarawandori II Mikael Karubaba, mengucapkan terimakasih serta apresiasi kepada pihak Kepolisian di mana sudah dapat menghadirkan secara langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Lingkungan Hidup sebagai jawaban atas Curhatan masyarakat selama ini.
“Kami berharap agar imbas dan dampak negatif dari sampah yang masyarakat Sawandori terima saat ini dapat di lihat dan di kaji serta di ambil langkah oleh dinas terkait secepatnya. selain polusi, lalat dan pencemaran sumber air yang selama ini di konsumsi masyarakat kita juga memghadapi terancamnya ekologi wisata karena TPA ini,” jelasnya.
Hal lain juga di sampaikan oleh pengelola tempat Wisata Karopai Andy Leo Karubaba yang juga mewakili pemuda kampung di mana telah sepakat, apabila sampai waktu seminggu ke depan tidak dan belum ada tanggapan atau upaya terkait TPA ini maka akan melakukan penutupan paksa TPA (palang).
“Sudah jelas dampak negatif dari TPA yang tidak di kelola secara baik, terkait lokasi kami yang berpotensi sebagai lokasi wisata, kami mohon agar pihak terkait tidak terus menutup mata, karna sejauh ini kami merangkak sendiri tanpa perhatian berarti dari pihak terkait,” tegas Andy Leo.
(Nov)










