Medan, Sumut, CYBERNUSANTARA1.ID — Mendapatkan Pembinaan dari Kapolrestabes Medan, 26 Anggota Geng Motor Menangis di Mapolsek Medan Timur Medan.
Sebanyak 26 remaja dari geng motor WL dan P di amankan petugas Polsek Medan Timur sebelum melakukan aksi tawuran di Jalan Cemara, Kecamatan Medan Timur, Kamis (26/10/2022) malam.
Bersama mereka di sita 13 unit sepeda motor, 3 senjata tajam (sajam) dan 15 unit sepeda motor.
Namun, terhadap seluruh remaja yang din dominasi pelajar itu tidak di lakukan proses hukum, hanya pembinaan.
“Ada 26 remaja yang kita amankan sebelum mereka melakukan aksi tawuran. Dari ke 26 itu, 24 di antaranya pelajar,” kata Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan, Kamis (27/10/2022) petang.
Rona mengungkapkan, keberhasilan melakukan pencegahan terhadap aksi geng motor itu tidak terlepas dari kerjasama tiga pilar, Polri, TNI dan pihak Kecamatan Medan Timur.
Ke 26 anggota geng motor itu di hadirkan di halaman Mapolsek Medan Timur untuk di pertemukan dengan para orang tua dan keluarnya. Suasana haru langsung terlihat. Mereka hanya bisa tertunduk dan menangis, menyesali perbuatannya.
Para anggota geng motor dan orang tuanya langsung menangis ketika di perbolehkan bertemu dengan orang tuanya. Mereka terisak menahan tangis di pangkuan orang tuanya.
Sebelum di perbolehkan kembali ke orang tuanya, anggota geng motor tersebut terlebih dahulu mendapat siraman rohani dari tokoh agama Ustadz Herianto dan pembinaan dari Kapolrestabes Medan.
“Tidak ada satupun orang tua yang punya pengharapan tidak baik terhadap anak-anaknya termasuk orang tua kalian,” kata Ustadz Herianto.
Dia menyebut, tindakan geng motor adalah keliru. Tidak ada orang tua yang tega melihat kondisi remaja yang tergabung dalam geng motor dan telah di amankan pihak kepolisian.
“Adalah kekhilapan yang bisa di benahi. Tidak ada orang tua yang punya harapan tidak baik terhadap anak-anaknya. Langkah yang kalian ambil yang tidak di inginkan oleh siapapun,” tegas Ustadz Herianto.
Dia berpesan kepada anggota geng motor tersebut untuk selalu membuat orang tua tersenyum dan bahagia, seperti saat di lahirkan. Bukan malah sebaliknya, di tangisi kalau sudah meninggal.
Sedangkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, dalam arahan dan pembinaannya sempat menanyakan kepada para orang tua, apakah anak mereka perlu di tahan atau di pulangkan.
Spontan para orang tua menjawab serentak meminta anak mereka di pulangkan.
Valentino meminta kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Sebab, pencegahan tindak kejatahan di butuhkan kepedulian dan peran serta orang tua.
“Patut di syukuri, kegiatan tiga pilar ini sudah bisa mencegah aksi sedikit keliru yang di lakukan adik-adik ini,” kata Valentino.
Dia tidak melarang remaja dan anak muda berkumpul, namun harus mengingat waktu dan tidak lepas dari pengawasan orang tua. Sebab, peristiwa yang akan terjadi tidak bisa di perkirakan.
“Kalau lebih dari kumpul-kumpul, itu yang kita sesalkan,” tegas Valentino.
Kendati demikian, sambung Valentino, pihaknya akan berupaya maksimal melakukan pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas dan kejahatan anak lainnya.
Terutama pada hari dan malam-malam tertentu, yang bisa di jadikan sebagai waktu remaja geng motor melakukan aksinya, seperti malam libur.
Sebelum di perkenankan pulang, para remaja geng motor menyatakan sikap tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka secara serentak berjanji tidak melakukan aksi serupa.
Jika terbukti kembali mengulangi perbuatannya, maka akan di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatan tawuran dan tidak melakukan geng motor lagi,” ucap mereka.
(Nov)
















