Kab. Bandung – Bertempat di Kp. Cimanintin, Jatisari, Kec. Kutawaringin, Kab. Bandung Prov. Jawa Barat. Kepala sekolah SDN Barokah, Muksin Anwari, S.Pd memaparkan program Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).
Menurut Muksin, “Program tersebut di rancang bagi guru dan tenaga pendidik agar dapat meningkatkan kompetensi berdasarkan literasi dan numerasi. Sehingga mendorong perbaikan mutu pembelajaran,” ungkapnya, Rabu (22/6/2022).

Semenjak saya datang kesini, lanjutnya, “Saya membawa program satu guru satu laptop dan telah terealisasi sebanyak 10 unit. Jadi, jika kami butuh 30 laptop dalam pelaksanaan giat AKM berarti tinggal menambah atau meminjam dari pihak lain. Alhamdulillah kami juga sudah mendapat bantuan 15 chromebook dari Kemendikbud,” ucapnya.
“Program AKM ini merupakan terobosan bagus dari Kementerian. Karena, tidak hanya siswa yang di ukur, tetapi guru dan sekitar lingkungan sekolah juga di ukur. Saya berharap program ini dapat meningkatkan kualitas belajar khususnya bagi anak – anak. Harapannya pemerintah dapat membantu memfasilitasi chromebook secara merata ke semua sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Taofiq Qurohman, S.Sos mengatakan, “Assessment Kompetensi Minimum (AKM) adalah penilaian kompetensi mendasar yang di perlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat terdapat dua kompetensi mendasar yang di ukur melalui AKM,” ujarnya.

“Peluncuran Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di luncurkan oleh Bidang Ketenagaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kehadirannya dalam mengembangkan Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Di rancang bagi guru dan tenaga kependidikan agar dapat meningkatkan kompetensi berdasarkan literasi dan numerasi sehingga mendorong perbaikan mutu pembelajaran,” katanya.
“Saya sendiri mengunjungi sekolah – sekolah untuk melakukan wawancara terkait program Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta menghimbau untuk melaksanakan program ini,” ucap Taofiq.
“Sejauh ini, pihak sekolah terkendala dengan sarana dan prasarana dalam melaksanakan AKM,” jelasnya.
“Dari seluruh Sekolah SD di Kabupaten Bandung kami pilih secara acak sebanyak 36 Sekolah. Semoga dengan adanya program ini, dunia pendidikan dapat meningkatkan potensi anak lebih baik lagi dalam mengukur kompetensi anak,” tutupnya.
(Redaksi)










