Aceh – Tolok ukur keberhasilan suatu negara atau bangsa adalah keberhasilan generasi muda dimasa yang akan datang. Mempertahankan keberhasilan biasanya lebih sulit dari pada merebut keberhasilan itu sendiri.
Generasi muda merupakan penerus tongkat estafet kepemimpinan, perjuangan untuk tetap berdiri kokoh. Seiring dengan tugas tersebut, kompetisi di berbagai bidang juga semakin tinggi yang disebabkan oleh derasnya arus perputaran modal jasa keseluruh pelosok dunia yang mempengaruhi integritas nasional. Kesemuanya hanya mungkin di jalani dengan kualitas kompetensi yang berdaya saing tinggi.
Globalisasi merupakan konsep yang banyak digunakan untuk merespon kondisi dunia yang tanpa batas atau sekat. Salah satu realitas yang harus selalu di kritisi untuk menyikapi globalisasi adalah bahwa globalisasi dengan modernisasi ternyata telah menggerus bahkan telah mematikan nilai-nilai kearifan lokal suatu daerah.
Dalam rangka membangun pendidikan karakter bangsa melalui budaya kerarifan lokal perlu dilakukan pengkajian, dan pengembangan karakter dengan fokus menanamkan pada pilar nilai-nilai luhur universal.
(Sumber ; Ners Rody)
















