Alika Gadis Kecil Malang, Akhirnya Bisa Tersenyum Bersama Pejuang Duafa

BERITA UTAMA15 Dilihat
banner 468x60

 

Batu Bara, Sumatra Utara — Alika, gadis kecil berusia 11 tahun bersama kakaknya, Faris 13 tahun, warga Desa Mangkai Lama, Kec. Lima Puluh, Kab. Batubara harus menghilangkan masa kebahagiaannya dan keceriaan anak pada umumnya.

Cerita ini terungkap oleh awak media saat Alika menangis seorang diri dengan wajah penuh rindu kepada kedua orang tuanya.

Alika mengungkapkan kalau dirinya sedih dan merindukan kedua orang tuanya yang pergi merantau entah dimana. “Sampai sekarang ibu dan ayah Alika tak pernah ada kabar,” ucapnya.

Jadi makan dan keperluan untuk sekolah bagaimana? tanya wartawan kepada Alika.

“Selama ini kami makan kalau ada yang memberi saja,” jawab Alika dengan malu dan tampak tertekan dengan keadaan anak se usianya hingga kru media tidak melanjutkan pertanyaannya.

Menurut keterangan tetangga yang mengetahui keadaan kedua bocah tersebut Pak Anto menyebutkan bahwa sudah hampir 1 bulan kedua anak ini nasibnya seperti ini.

“Makan saja harus pergi kerumah nenek dari saudara orang tua bukan kandungnya dan tak jarang para tetangga saling bergantian memberi makan setiap harinya. Orang tua mereka pergi dan tak tau kabar beritanya,” terang Anto.

“Awalnya Ayah mereka merantau entah kemana dan disusul Ibunya sejak sebulan lalu menghilang karena di lilit hutang tak tau entah kemana dan harus mengorbankan anak-anaknya,” ucapnya.

Saat ini keseharian mereka sang kakak (Faris) bekerja sambil bersekolah di sebuah pencuci mobil ( Doorsemer ) sementara adik nya Alika harus membantu menyapu ataupun menjual sayuran milik orang di sebuah Pekan yang ada dekat rumahnya.

“Mereka berharap orang tuanya kembali dan mengurus mereka kembali seperti layaknya anak anak di kampung kami ini,” tambah Anto dengan sedih.

Kejadian ini terdengar oleh Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan S.H., M.H., dan langsung mengunjungi Alika yang saat itu sedang berada di pemaksinan sekolahnya.

Kapolres yang akrab di sebut Sang Pejuang Dhuafa yang di dampingi Kapolsek Lima Puluh, AKP Rusdi S.H., M.M., ini langsung mengisyaratkan Bhabinkamtibmasnya untuk selalu mengontrol dan mempedulikan kedua anak ini, baik kesehatan maupun kebutuhannya.

Kapolres Pejuang Dhuafa ini pun menjamin makan dan biaya yang di butuhkan untuk sekolah kedua anak belia ini .

“Saya berharap kepada para tetangga agar kedua anak ini bersama sama kita perhatikan. Sebab anak seusia mereka ini menentukan nasib masa depannya dimana Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi langkah pertama mereka menuju masa depan mereka. Jadi bantulah mereka baik dari moral dan keadaan mereka sebab saat ini anak anak ini sedang di uji oleh Yang Maha Esa dengan tidak adanya pendampingan orang tuanya. Semoga ini dapat bisa kita sama sama pahami,” jelas Kapolres Sang Pejuang Dhuafa.

Alika yang wajahnya sangat terlihat sedih mendadak ceria melihat ketulusan hati Kapolres Pejuang Dhuafa bersama Kapolsek yang bersedia berkunjung kerumahnya.

 

(Novrizal)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *