Karawang – Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bojong tugu 1 RT 16/03 Desa Rengasdengklok selatan harus menelan pil pahit setelah bantuan mereka dipotong sebagian oleh diduga oknum tak bertanggung jawab.
Seperti yang diketahui, besaran BLT UMKM yang akan di terima pendaftar yang lolos adalah sebesar Rp1, 200.000,- namun hal itu tidak dirasakan oleh beberapa keluarga penerima manfaat (KPM) khususnya yang berada di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Pencairan bantuan yang seharusnya senilai Rp1, 2 Juta/KPM ternyata tidak di terima 100% oleh keluarga penerima manfaat (KPM) karena diduga bantuan tersebut disunat Oknum yang berinisial R.
Berdasarkan informasi dari warga setempat kepada awak media, pemotongan terjadi pada saat penerima program bantuan tersebut telah di cairkan di salah satu kantor Bank BRI Rengasdengklok.
Menurut keterangan dari beberapa masyarakat bojong tugu 1, pemotongan tersebut mencapai Rp.400.000,- bahkan ada yang mencapai Rp.500.000,- per KPM. Pemotongan tersebut dilakukan dengan dalih untuk administrasi koperasi juga pembuatan buku rekening.
“Kami yang menerima BLT di wilayah Desa Rengasdengklok selatan dipotong sebesar Rp 500.000.00,” ucap ACH , warga kp.bojong tugu 1 kepada awak media jumat (31/12/2021).
ACH menyebut, pemotongan dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pelantara dan memfasilitasi pengajuan program UMKM tersebut.
“Memang pada awal pengajuan kami para penerima manfaat di minta pernyataan/perjanjian secara lisan bahwa ketika kami mendapatkan program UMKM tersebut nominal yang harus kita terima sebesar Rp.700.000,- ,” katanya
Ditempat terpisah, R warga Kp.bojong Karya Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok saat di konfirmasi di kediamannya mengatakan kepada awak media, ”Saya hanya mendapatkan uang program UMKM sebesar Rp 700.000.00,-,” akunya.
“Uang UMKM yang saya terima hanya Rp700.000,- dan yang sisanya untuk administrasi koperasi dan pembuatan buku rekening. Dari jumlah keseluruhan 33 kpm potongannya berpariatif ada yang Rp.500.000,- bahkan Rp.700.000,- dan itu langsung di ambil di Bank oleh saudara Usup,” tuturnya
Sementara Saudara R selaku pelantara (kordinator) saat di konfirmasi via teleponya mengatakan, “Yang saya tau keseluruhannya ada sekitar 1500 KPM yang di ajukan, namun hanya 50% yang terealisasikan, akan tetapi diantara 33 KPM yang saya ajukan cuma orang yang di realisasi, itupun kebanyakan masyarakat bojong tugu 1 dan bojong karya1 saya yang mendapatkan.” tutupnya.
(Renaldi)










